Mengenal Paku Kembang, Dianggap Gulma tapi Berkhasiat Obat

Reading time: 2 menit
Tumbuhan ini berkhasiat mengobati luka gigitan ular, kelabang atau serangga lainnya. Foto: Inaturalist

Tumbuhan paku kembang (Lygodium flexuosum) atau Maidenhair Creeper berasal dari famili Lygodiaceae yang hanya terdiri dari satu genus yakni Lygodium yang terdiri dari sekitar 40 spesies.

L. flexuosum berkerabat dengan paku hata (L. circinnatum), Old World climbing fern (L. microphyllum), Japanese climbing fern (L. japonicum), dan lainnya. Selain itu, tumbuhan paku kembang juga telah dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan bahan obat-obatan herbal.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Tumbuhan terestrial ini hidup merambat dengan akar rimpang berwarna cokelat. Panjang akarnya sekitar 6 cm, batang berwarna hijau berbentuk bulat. Sementara itu, permukaan batangnya kasar dengan arah pertumbuhan ke atas.

Pada setiap sisi cabangnya terdapat 3 sampai 4 anak daun. Tipe daunnya majemuk, bentuk daun menjari dengan ujung yang meruncing dan membulat di pangkalnya.

Daun berwarna hijau tua, berukuran panjang sekitar 14 cm dan lebar 24 cm. Saat masih muda, warna daunnya merah kehijauan. Permukaan daunnya terlihat mengkilap dan licin. Sporangium paku kembang terdapat di bagian ujung daun fertil, berbentuk panjang, serta tersusun dalam dua baris sepanjang tepian daun dan berwarna hijau.

Habitat dan Distribusi Paku Kembang

Paku kembang dapat kita temukan di dataran rendah hingga hutan pegunungan. Biasanya di tepi sungai atau lokasi yang terbuka. Tumbuhan ini telah terdistribusi secara luas, dapat kita temukan di China, India, Sri Lanka, Indochina, Thailand, Laos, India, Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Amerika Serikat dan Australia.

Melansir berbagai sumber, tumbuhan ini menjadi gulma utama di Malaysia dan memengaruhi pertumbuhan padi di Laos. Bahkan di Amerika Serikat, tumbuhan ini dianggap memiliki potensi serius yang memengaruhi ekologi tropis.

Kandungan dan Manfaat

Tumbuhan ini yang telah lama India gunakan sebagai bahan obat-obatan, dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit kuning, dismenore (nyeri haid), penyembuhan luka dan eksim.

Tumbuhan ini juga kaya akan alkaloid, avonoid, saponin dan kumarin. Kandungan utama yang dimiliki paku kembang ialah lygodinolide yang biasa digunakan dalam penyembuhan luka.

Bahkan sumber lain mengatakan, tumbuhan ini berkhasiat mengobati luka gigitan ular, kelabang atau serangga lainnya. Caranya dengan menghancurkan daunnya dan dioleskan langsung di atas luka.

Selain itu, seluruh bagian tanamannya dapat dijadikan ramuan obat herbal untuk sakit tenggorokan, sakit punggung, penyakit saluran kemih, batu ginjal dan sebagai diuretik.

Taksonomi Paku Kembang

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

Top