Moluska Abalon Bermata Tujuh

Reading time: 2 menit
Siput Abalon
Siput Abalon. Foto: shutterstock.com

Abalon adalah kelompok moluska laut yang tergolong ke dalam genus Haliotis. Di Indonesia fauna ini ditemukan di perairan Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara, dan laut Flores.

Kebanyakan abalon di dunia ditemukan di seluruh lautan beriklim sedang. Mereka hidup pada substrat berbatu yang dekat dengan pantai, berterumbu maupun di celah-celah karang (Leighton, 2000). Spesies terbesar dari genus ini ditemukan di dekat pantai Jepang, Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, Afrika, dan Amerika Utara bagian barat (Leighton, 2000).

Dari sekitar 100 spesies abalon yang tersebar di dunia, terdapat tujuh spesies yang ditemukan di perairan Indonesia, antara lain Haliotis asinina, H. varia, H. squamata, H. ovina, H. glabra, H. planate dan H. crebrisculpta (Setyono, 2004b). Jenis

Haliotis squamata merupakan abalon tropis terbesar dengan panjang cangkang mencapai 12 sentimeter. Mereka terdapat di sepanjang perairan Indo-Pasifik, termasuk di perairan Indonesia Timur seperti Lombok, Sumbawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Setyono, 2004b). Sejak lama, spesies ini ditangkap nelayan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Kerang abalon biasa ditemukan di daerah berkarang yang sekaligus menjadi tempatnya menempel. Siput ini bergerak dan berpindah tempat menggunakan satu organ, yaitu kaki. Gerakan kaki yang sangat lambat justru memudahkan predator untuk memangsanya (Fallu, 1991).

Siput Abalon

Siput Abalon. Foto: shutterstock.com

Pada siang hari, moluska abalon cenderung bersembunyi di karang. Sedangkan pada malam hari atau di suasana gelap, mereka lebih aktif bergerak maupun berpindah tempat. Di dalam karang, kerang abalon memeroleh perlindungan sepanjang hari di bawah batu atau dalam sebuah celah. Mereka akan muncul di malam hari dan kembali bersembunyi menjelang subuh (Cenni et al., 2009).

Abalon banyak ditemukan di perairan pantai yang landai, berkarang, dan berbatu seperti di laut terbuka. Tepatnya mulai dari tepi perairan pantai yang dangkal sampai kedalaman 20-50 meter. Di kawasan itu banyak ditumbuhi berbagai jenis rumput laut seperti Ulva sp, Gracilaria sp, Paddina sp, Eucheuma sp, dan Dyctiota sp (Brotowidjoyo et al., 1995 dan Setiawati et al., 1995 diacu dalam Susanto et al., 2008).

Famili Haliotidae ini memiliki beberapa ciri, yaitu cangkang berbentuk bulat hingga oval, mempunyai 2 sampai 3 buah puntiran (whorl). Bagian dalam cangkang abalon terdiri dari beragam warna seperti pelangi, putih keperakan sampai hijau kemerahan.

Pada bagian kiri cangkang terdapat rangkaian lubang pernapasan. Umumnya, terdapat tujuh buah rongga yang dapat terlihat, tetapi hanya 4 sampai 5 buah yang terbuka. Tujuh buah lubang inilah yang menjadi alasan masyarakat Indonesia Timur menyebut abalone sebagai siput mata tujuh.

Secara fisik abalon berbentuk unik, cangkangnya berwujud seperti telinga (auriform) atau biasa disebut ear shell. Dikutip dari berbagai kajian ilmiah, dengan ciri khas tersebut masyarakat di Maluku biasa menyebut biota abalon sebagai bia telinga.

Taksonomi Abalon

Penulis: Sarah R. Megumi

Top