Unta Arab, Satwa Domestik Berpunuk Satu dari Jazirah Arab

Reading time: 2 menit
Unta arab jantan lebih berat sekitar 10 % dari betinanya, dengan berat 400 hingga 600 kg. Foto: Inaturalist

Unta punuk satu, unta arab atau dromedary (Camelus dromedarius) merupakan spesies unta domestik yang sudah tidak ditemukan di alam liar. Satwa yang berasal dari famili camelidae ini banyak diimpor ke Australia pada abad ke-19 hingga membentuk populasi sendiri hingga kini. Berkerabat dengan unta punuk dua atau unta baktria (Camelus bactrianus) yang bertubuh lebih kekar.

Meskipun hanya berpunuk satu, mereka memanfaatkannya dengan sangat baik. Punuk tersebut dapat menyimpan hingga lebih dari 30 kg lemak, yang dapat nereka uraikan menjadi air dan energi ketika tak ada makanan. Selain itu, punuk pada unta juga memberikan kemampuan istimewa pada unta, yakni membuatnya mampu melakukan perjalanan hingga 160 km tanpa air di gurun.

Unta Arab Memiliki Satu Punuk

Unta arab memiliki ciri khas leher yang melengkung panjang, dada yang dalam dan sempit, serta punuk tunggal. Punuk tersebut terdiri dari lemak yang diikat oleh jaringan fibrosa yang dapat menyimpan cadangan makanan. Ketika kelaparan, punuk unta akan mengecil dan condong ke satu sisi. Selain itu, satwa ini juga memiliki bibir yang tebal untuk memungkinkannya konsumsi tanaman yang kasar serta berduri.

Tubuh unta arab berwarna cokelat karamel atau cokelat pasir, tapi warnanya berkisar dari hampir hitam hingga hampir putih. Rambut di bagian tenggorokan, bahu, dan punuknya lebih panjang dari bagian lain.

Unta arab jantan lebih berat sekitar 10 % dari betinanya, dengan berat 400 hingga 600 kg. Bahunya pun lebih tinggi 10 cm, yakni 1,8 hingga 2 m. Selain itu, jantan juga memiliki langit-langit lunak yang dapat mereka gelembungkan untuk menarik perhatian unta betina.

Di samping itu, unta arab memiliki kaki yang lebih panjang dan lebih ramping dari kaki unta baktria (punuk dua). Satwa ini juga dikenal mampu membawa penunggangnya sejauh 185 km dalam waktu kurang dari 11 jam. Mereka juga dapat bergerak dengan kecepatan tertinggi hingga 65 km per jam dalam jarak pendek.

Berasal dari Asia Selatan dan Jazirah Arab

Satwa ini menyukai kondisi gurun dengan musim kemarau panjang dan musim hujan pendek. Di samping itu, satwa ini cukup sensitif terhadap cuaca dingin dan lembap. Mereka dapat kita temukan di Timur Tengah hingga India utara dan daerah kering Afrika, terutama Gurun Sahara. Sementara daerah asal nenek moyang mereka yang liar diperkirakan berasal dari Asia Selatan dan Jazirah Arab.

Mampu Beradaptasi dengan Kondisi Gurun

Unta arab memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa untuk bertahan hidup di kondisi habitat yang kering. Satwa ini memiliki dua lapis bulu mata yang melindungi matanya dari pasir gurun yang kerap berhembus kencang. Selain itu, untuk menghadapi badai di gurun, mereka juga memiliki kemampuan menutup lubang hidungnya untuk mencegah masuknya pasir.

Selain itu, mereka juga mampu menghemat cairan tubuhnya dengan fluktuasi suhu tubuhnya sepanjang hari. Hal ini memungkinkan unta tidak berkeringat saat suhu lingkungan meningkat. Unta arab juga dapat menghindari panas berlebih dengan cara saling menempel satu sama lain. Kemampuan lainnya ialah unta arab ini dapat mentolerir kehilangan air lebih dari 30 %. Kondisi ini bahkan dapat mematikan bagi mamalia lain jika kehilangan air 15 %.

Taksonomi Unta Arab

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

Top