Rana catesbeiana Shaw, Kodok Bersuara Lembu

Reading time: 3 menit
rana catesbeiana shaw
Rana catesbeiana Shaw. Foto: wikemedia commons

Hewan yang dapat hidup di dua alam dimaknai sebagai hewan yang dapat beradaptasi pada lingkungan perairan dan juga darat. Sudah tahukan hewan apa saja yang dapat hidup dua alam? Kalau begitu langsung saja kita membahas tentang spesies Rana catesbeiana Shaw.

Dari namanya saja sudah terdengar cantik, tahukah anda hewan apakah Rana Catesbeiana Shaw ini? Hewan cantik ini memiliki panggilan akrab yang tak lain adalah kodok lembu atau Bullfrog. Kodok lembu adalah bagian dari kelas amphibi yang memiliki ciri khas dari suaranya. Suaranya terdengar seperti lenguhan lembu atau banteng.

Dalam daur hidupnya, kodok ini mengalami empat fase yaitu dimulai dari telur, berudu (kecebong), percil dan kodok dewasa. Berudu adalah benih kodok yang memiliki ekor yang akhirnya bermetamorfosa (berubah bentuk) menjadi kodok muda (percil) yang memiliki kaki tanpa ekor dan mulai hidup didua alam. Waktu yang diperlukan untuk mengadakan perubahan bentuk berkisar antara 2-4 bulan tergantung dari kualitas air dan makanan yang tersedia dalam media hidupnya (dikutip pada portal dunia-perairan.com) (baca juga Nyanyian Hidup Kodok di Greeners untuk mengetahui perbedaan kodok dan katak).

Kodok lembu (bullfrog) berasal dari Amerika Utara. Di Indonesia sendiri sudah banyak masyarakat yang mulai melakukan usaha ternak kodok lembu. Hasil ternak kodok ini disinyalir meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.

rana catesbeiana shaw

Rana catesbeiana Shaw. Foto: wikemedia commons

Berdasarkan tulisan penelitian Ni Putu Mariani, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, perbedaan jantan dan betina kodok lembu yaitu warna kulit sekitar kerongkongan hitam kekuningan pada kodok jantan, sementara pada kodok betina berwarna putih dengan bintik hitam. Ibu jari kaki bagian depan lebih besar pada kodok jantan (berjari 5 buah) sedangkan kodok betina lebih kecil (berjari 4 buah).

Kantung suara pada kodok jantan terletak diantara selaput gendang dan pangkal kaki depan sedangkan kodok betina tidak punya. Ciri khususnya yaitu bunyi yang dikeluarkan oleh kodok jantan seperti suara lembu, sedangkan kodok betina perutnya membesar pada saat matang kelamin.

Menurut portal fao.org, kodok lembu ini mudah beradaptasi di berbagai macam kondisi iklim. Bullfrog sering ditemukan di wilayah yang beriklim dingin dan sedang berhibernasi untuk menahan suhu di bawah titik beku. Sedangkan di daerah beriklim tropis kodok ini sering ditemukan pada bulan-bulan musim panas yang mencapai suhu 40℃.

Kodok merupakan indikator biologis kerusakan lingkungan. Tidak adanya kodok di sebuah ekosistem baik perairan maupun darat menjadi indikator sederhana kerusakan lingkungan yang bisa disebabkan oleh pemanasan global.

Jika dibandingkan dengan kodok lokal, kodok lembu sifatnya lebih jinak, lebih mudah dibudidayakan dan dapat mencapai ukuran yang lebih besar (500 – 600 gram/ekor). Kodok lembu termasuk komoditas perikanan yang bernilai ekonomis sehingga dapat mencukupi kebutuhan baik dalam negeri maupun ekspor tanpa merusak keseimbangan lingkungan.

Budidaya kodok lembu sudah berkembang sejak tahun 1982. Hewan yang berasal dari Amerika Utara ini mampu memijah secara alami dan cara membudidayakannya juga termasuk mudah atau tidak memerlukan perlakuan khusus.

Keunikan dari kodok ini pun menarik perhatian Presiden Joko Widodo. Beberapa media berita memberitahukan bahwa Presiden Joko Widodo sedang mencari kodok jenis bullfrog (kodok lembu) untuk dipelihara di kolam Istana Bogor. Permintaan hewan ini berkaitan dengan kelangsungan ekosistem alam.

rana catesbeiana shaw

Penulis: Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page