Sembilan Langkah untuk Mulai Gaya Hidup Hemat Air

Reading time: 3 menit
Anak kecil pakai shower, hemat air.
Sembilan Langkah untuk Mulai Gaya Hidup Hemat Air. Foto: Shutterstock.

Meskipun tergolong ke dalam sumber daya alam yang dapat diperbarui, sumber air bersih juga perlu dijaga kelestariannya. Mayoritas air, tepatnya 97,5% air dunia terkunci di lautan dan samudra yang terlalu asin untuk manusia. Dan sebagian besar dari 2,5% sisanya ada di lapisan es. Manusia bergantung pada sedikit yang tersedia sebagai air tawar. Untuk itu, kita harus selalu menerapkan gaya hidup yang hemat air. 

Sadar atau tidak, sikap boros dan tidak memperhatikan kelestarian lingkungan membuat lingkungan mengalami penurunan kualitas yang akhirnya juga berdampak pada ketersediaan air bersih. Padahal, manusia membutuhkan air bersih untuk mendukung aktivitasnya setiap hari.

Tips Memulai Gaya Hidup Hemat Air

1. Matikan Air Saat Sikat Gigi

Jangan sampai konsumsi air Anda lepas kendali. Hemat 6 liter air per menit dengan mematikan keran saat Anda menyikat gigi. Dengan mematikan air saat menyikat gigi, Anda menghemat 60 liter air yang mengalir langsung ke saluran pembuangan setiap minggu.

2. Hemat Air dengan Memilih Diet Anda dengan Lebih Bijaksana

Peternakan hewan untuk produksi daging merah dan produk susu menggunakan air yang begitu melimpah. Begitu juga dengan perkebunan alpukat yang tidak berkelanjutan karena boros air. Dengan demikian, apabila Anda mengurangi konsumsi daging, produsk susu, serta makanan yang menggunakan terlalu banyak air, Anda dengan serta-merta telah memangkas penggunaan sumber daya yang tak ternailai harganya ini. Tidak hanya itu, Anda juga akan membantu melindungi iklim. Industri daging dan susu merupakan kontributor besar pemanasan global.

3. Jangan Buang Makanan!

Tahukah Anda betapa banyak air yang terbuang untuk produksi makanan sehari-hari Anda? Di Inggris, setengah dari 7 juta ton makanan dan minuman rumah tangga terbuang harusnya tidak berakhir di tempat sampah. Negara yang sama merekan, membuang lebih sedikit makanan dapat menghemat £ 540 setahun.

4.  Tidak Berlama-lama saat Mandi

Bagi sebagian orang, mandi merupakan kegiatan yang menyenangkan. Bahkan, karena sangat menyegarkan, tidak jarang membersihkan badan dilakukan sambil melakukan kegiatan lain, misalnya bernyanyi. Namun kebiasaan seperti ini akan menghabiskan banyak air bersih.

Pada umumnya, kita mandi selama 10 menit. Selama itu pula, air mengalir dari shower yang kita gunakan kurang lebih mencapai 300 liter pada satu kali mandi. Jumlah yang sangat banyak, bukan? Oleh karena itu, jika kita mempersingkat waktu mandi menjadi 2-3 menit lebih cepat, kita dapat menghemat air bersih sebanyak 30 hingga 70 liter.

5. Pilih Kloset dengan Sistem Dua Tombol Flush

Perkembangan desain di dunia hampir dapat diterapkan pada seluruh produk komersial, tidak terkecuali kloset. Hal ini dapat dilihat dengan maraknya isu konservasi air, sistem penyiraman atau flushing pada kloset ikut berkembang menjadi lebih efisien. Desain kloset modern ini dapat dilihat dari adanya dua buah tombol flush dengan ukuran yang berbeda.

Masing-masing tombol tersebut memiliki perbedaan yaitu perbandingan banyaknya air yang disiram. Untuk itu, tombol yang lebih kecil atau single flush digunakan untuk menyiram setelah buang air kecil. Sementara tombol besar atau double flush dipakai untuk membersihkan feses. Oleh karena itu, berkaitan dengan efisiensi air, seharusnya kita tidak asal pencet tombol dan bisa lebih bijaksana dalam menggunakan fitur flush yang telah disediakan.

Hemat air dengan dua tombol flush.

Ternyata dua tombol flush yang ada pada toilet dapat membantu menghemat air ketika buang air. Foto: Shutterstock.

6. Periksa Keran Air dan Pipa dari Kebocoran

Walaupun hanya berupa tetesan, air terbuang dari keran yang bocor bisa mencapai 35 liter per hari. Untuk itu, alangkah baiknya jika kita mengecek kondisi keran air, pipa dan toilet secara berkala agar tidak membuang-buang air.

7. Menampung Air Hujan

Menampung air hujan dapat memberikan banyak manfaat. Selain untuk memiliki cadangan air, kamu dapat menggunakannya untuk berbagai keperluan rumah. Misal, kamu bisa menyiram tanaman, membersihkan teras, atau mencuci kendaraan dengan air tampungan tersebut.

8. Menanam Tanaman Adaptif

Walaupun perlu menyiram setiap hari, penghijauan lingkungan hidup dengan berkebun masih dapat dilakukan dengan beberapa trik. Misal, jika tempat tinggalmu berada di daerah kering, kamu masih bisa merawat tanaman tahan suhu panas seperti kaktus. Atau, jika kamu menanam rumput di halaman rumah, pastikan untuk menyiramnya di pagi hari. Hal ini akan mencukupi kebutuhan air tanaman agar tidak cepat menguap di siang hari.

9. Beralih dari Selang untuk Sirami Tanaman 

Lebih baik untuk sirami taman Anda dengan gayung daripada selang. Sebuah selang dapat menggunakan 1.000 liter air dalam satu jam. Selain itu, sirami tanaman Anda di pagi dan sore hari untuk mengurangi penguapan dan juga menghemat air.

Yuk, mulai membiasakan hemat air sejak sekarang dan menjaga kelestarian sumber air.

Penulis: Ayu Ratna Mutia

Editor: Ixora Devi

Friends of Earth

Forbes

Top
You cannot copy content of this page