Dampak Kesehatan Pemakaian AirPods Masih Dipertanyakan

Reading time: 2 menit
Dampak Kesehatan AirPods
Pemakaian AirPods dan Headphone nirkabel mengundang pertanyaan di kalangan pakar kesehatan. Foto: shutterstock.com

Pemakaian AirPods dan Headphone nirkabel saat ini tengah menjadi tren. Namun pemakaiannya mengundang pertanyaan di kalangan pakar kesehatan. Pekan lalu, penggemar teknologi dikejutkan dengan artikel dari Markham Heid yang mengatakan AirPods dan Headphone Bluetooth nirkabel dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Disadur dari laman harpersbazaar.com, sumber utama tulisan Markham adalah Jerry Phillips, Profesor Biokimia Universitas Colorado. Ia mengatakan, kedekatan headphone dengan saluran telinga dapat mengekspos jaringan di kepala ke tingkat radiasi frekuensi radio yang relatif tinggi. Bahkan hal tersebut dikaitkan dengan kanker.

Menurut Jerry, tak hanya AirPods, tapi semua pengembangan teknologi yang beroperasi dengan frekuensi radio berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Misalnya telepon seluler, telepon nirkabel, menara seluler, radio, Wi-Fi, dan banyak lagi.

Baca juga: Tapak Dara, Tanaman Mungil Penumpas Kanker

“Kekhawatiran saya terhadap AirPods adalah paparan gelombang frekuensi radio yang berada di saluran telinga mengalir hingga jaringan kepala di mana radiasinya relatif tinggi,” kata dia.

Tahun 2015, Jerry dan sekitar 250 ilmuwan di 40 negara menandatangani petisi mengenai bahaya paparan medan elektromagnetik non-pengion (EMF) yang ada pada produk nirkabel. Protes mereka ditujukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS), EMF merupakan energi yang tak terlihat atau disebut radiasi. Umumnya terkait dengan penggunaan daya listrik dan berbagai bentuk pencahayaan alami atau buatan manusia.

Dampak Pemakaian AirPods

Kedekatan headphone dengan saluran telinga dapat mengekspos jaringan di kepala. Ilustrasi: www.greeners.co

Petisi Jerry dan para ilmuwan tersebut memperingatkan bahwa efek samping negatif dari paparan EMF meliputi peningkatan risiko kanker, stres sel, peningkatan radikal bebas berbahaya, kerusakan genetik, perubahan struktural dan fungsional sistem reproduksi, defisit pembelajaran dan memori, gangguan neurologi, dan kesejahteraan manusia.

Baca juga: Bumbu Dapur Anti-Kanker

NIEHS mencatat, EMF terbagi menjadi dua kelompok yakni, non-ionisasi dan pengion. Radiasi tingkat rendah (non-ionisasi) umumnya dianggap tidak berbahaya bagi manusia. Sedangkan radiasi tingkat tinggi (pengion) memiliki potensi kerusakan sel dan DNA. Radiasi yang dikeluarkan oleh perangkat nirkabel dan teknologi Bluetooth, seperti AirPods, tidak terionisasi,” tulis Markham dalam artikelnya.

Sebelumnya, perusahaan elektronik Apple telah menanggapi klaim tersebut. Mereka mengatakan perangkatnya mematuhi pedoman keselamatan saat ini. Apple mengklaim bahwa headphone nirkabel memancarkan radiasi yang jauh lebih sedikit daripada ponsel atau perangkat seluler lain.

Direktur Pusat Tumor Otak Northwell Health, Lake Success, New York, Michael Schulder, mengatakan kepada Men’s Health, Headphone nirkabel memancarkan radiasi lebih sedikit daripada perangkat seluler. “Belum ada benjolan besar tumor yang diakibatkan oleh radiasi ponsel. Kita tahu bahwa radiasi Bluetooth bahkan kurang dari ponsel itu sendiri,” ucap Michael.

Penulis: Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page