Film Sejak Dini: Dibutuhkan Ketekunan dan Kesadaran dalam Mengubah Kebiasaan

Reading time: 2 menit
Film Sejak Dini
Foto: Youtube WWF-Indonesia

Judul Film: Sejak Dini

Tahun: 2019

Durasi: 11 Menit 17 Detik

Produser: Nosa Normada

Pemain: Khayla Maharanie, Putri Ayudya, Hari Prasetyo, Ade Firman Hakim

Modernitas mendorong perubahan perilaku setiap individu. Gaya hidup modern diiringi dengan perkembangan industri terutama dalam menyediakan kebutuhan masyarakat secara instan.

Perilaku mengonsumsi plastik telah berkembang dengan cepat dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun dan  telah menyebabkan dampak bagi lingkungan serta kesehatan masyarakat. Mengubah kebiasaan atau perilaku konsumtif sebaiknya dimulai sejak dini. Di samping itu, dibutuhkan juga upaya yang tekun dan penuh kesadaran dalam menjalankannya.

Sebagai upaya mengubah perilaku konsumtif sejak dini, World Wildlife Fund bersama Mondi Blanc Film Workshop dan Telemaker Communication membuat film berjudul Sejak Dini pada tahun lalu.

Film ini menceritakan upaya menerapkan kebiasaan konsumsi yang bijak dan bertanggung jawab bagi lingkungan, diri sendiri, maupun keluarga. Pola tersebut semestinya mulai dilakukan untuk menjamin keberlanjutan lingkungan dan kehidupan manusia saat ini hingga generasi mendatang.

Dokumenter ini juga mengeksplorasi cerita seorang anak perempuan di dalam sebuah keluarga yang mulai peduli terhadap lingkungan. Ia mengikuti jejak orang tuanya dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan mengurangi produk sekali pakai.

Sebagai anak, Dini yang diperankan oleh Khayla Maharanie, merupakan sosok yang lugu. Sejak kecil ia telah diberikan telepon genggam oleh orang tuanya. Ia pun aktif membagikan informasi mengenai produk-produk lokal, tahan lama, dan ramah lingkungan.

Film Sejak Dini

Foto: Youtube WWF-Indonesia

Sosok orang tua Dini diperankan oleh Ade Firman Hakim sebagai Jati dan Putri Ayudya sebagai Dara. Mereka mengajarkan Dini cara membeli produk dan memilih produk pangan lokal, alami, dan berlabel lingkungan. Namun, edukasi yang diberikan ternyata tidak semulus dengan apa ang diperkirakan.

Sebagai orang tua yang baru menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, ketidakstabilan komitmen masih dirasakan oleh keduanya sehingga terjadi kesalahpahaman dalam memberikan pengetahuan kepada Dini.

Akibatnya, ia selalu menafsirkan bahwa segala sesuatu yang tidak berkelanjutan (Sustainable) merupakan  barang yang harus dikurangi. Bukan hanya sekadar mengurangi plastik saat berbelanja, tetapi lebih cenderung terhadap upaya konsumsi produk.

Di akhir film, dokumenter ini memberikan pesan kepada masyarakat agar menghargai sampah dari awal hingga akhir prosesnya karena Bumi tidak memiliki tempat untuk menampung sampah. Di laut, darat, maupun udara, sampah akan tetap ada di sekitar lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Kebiasaan membuang sampah plastik dan sampah organik sesuai tempatnya akan menjadi contoh untuk generasi masa depan. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengurangi sampah sekali pakai. Dengan mengubah perilaku konsumtif dalam berbelanja dan menerapkan gaya hidup minim sampah dalam kehidupan sehari-hari, itu merupakan bentuk kontribusi bagi kelestarian lingkungan.

Penulis: Ridho Pambudi

Top