Polusi Udara Berdampak pada Kesehatan Mental Remaja

Reading time: 2 menit
Polusi udara
Publik menggunakan masker untuk mengurangi paparan polusi udara. Ilustrasi: Shutterstock

Anak-anak di perkotaan kerap terpapar dengan polusi udara. Salah satunya berasal dari kendaraan bermotor yang lalu-lalang di dekat tempat tinggal mereka. Polusi yang tak tampak ini bukan hanya membawa dampak negatif bagi tubuh, tetapi juga kesehatan mental.

Melansir United Nations Environment Programme (UNEP), studi Psychiatry Research mengemukakan bahwa anak-anak yang sering terpapar udara kotor di usia 12 tahun, tiga sampai empat kali lebih rentan terkena depresi ketika berusia 18 tahun. 

Studi tersebut melihat keterpaparan nitrogen dioksida terhadap 2.039 anak-anak di Inggris dan Wales. “Studi ini telah menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh di kota-kota terbesar kita menghadapi risiko penyakit mental yang lebih besar akibat tingkat lalu lintas yang lebih tinggi,” ujar Dr. Helen Fisher, penulis studi ilmiah.

Kendati terdapat ruang hijau terbuka di kota-kota, ia menyebut bahwa ada bahaya tersembunyi yang tak banyak terpikir oleh banyak orang.

Dalam studi ini, kesehatan mental peserta diukur ketika mereka berusia 18 tahun. Para peneliti menilai sepuluh gejala gangguan kejiwaan umum, seperti hiperaktivitas atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), kecemasan, dan ketergantungan alkohol.

“Kami telah mengidentifikasi faktor risiko baru untuk sebagian besar bentuk penyakit mental utama, yang dapat dimodifikasi dan dikombinasi di tingkat seluruh komunitas, kota, dan atau bahkan negara,” ucap Aaron Reuben, penulis pertama studi ini.

Polusi Udara Mengurangi Tahun Harapan Hidup

Melansir kcl.ac.uk, walaupun studi ini lebih relevan pada negara-negara berpenghasilan tinggi seperti Amerika Serikat dan Inggris, tidak menutup kemungkinan hal yang sama dapat terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah yang memiliki keterpaparan polusi yang lebih tinggi, seperti Nepal dan India.

Indonesia juga merupakan salah satu negara yang berkutat dengan masalah polusi udara. Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, usia penduduk Indonesia rata-rata berkurang 1,2 tahun akibat polusi udara. Di beberapa kabupaten di Kalimantan dan Sumatra, penduduk di sana dapat kehilangan hingga 5,6 tahun harapan hidup.

Data iqair.com juga mencatat bahwa pada 2020, Indonesia merupakan negara ke-9 dengan polusi terburuk di dunia. Data tersebut membandingkan Tanah Air dengan 106 negara lainnya.

Penelitian tadi dapat menjadi awalan untuk meneliti kembali dampak polusi udara terhadap kesehatan mental masyarakat Indonesia, khususnya pada anak-anak. Hal ini perlu diwaspadai mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan polusi terburuk di dunia.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Sumber:

UNEP

IQ AIR

Kementerian Kesehatan

Top
You cannot copy content of this page