Rekayasa Ragi Hasilkan Kain Sutra Sekuat Baja

Reading time: 2 menit
Foto: Andi Levin/www.bloomberg.com

Industri fashion nampaknya akan menyambut datangnya bahan baru. Pasalnya, sebuah perusahaan start-upBolt Threads, telah mengembangkan sutra sintetis. Sutra ini dapat disesuaikan menjadi seperti sutra yang dihasilkan oleh ulat atau dari laba-laba. Dengan merekayasa protein yang dihasilkan dari ragi (yeast), serat yang dihasilkan dapat dimanipulasi untuk menghasilkan kombinasi bahan yang lembut, kuat, dan tahan lama. Bahan ini bahkan tahan terhadap mesin cuci.

“Aplikasikan temuan (rekayasa protein ragi) ini kedalam tekstil dan Anda akan mendapatkan kain yang 100 kali lebih kuat dari baja namun lembut dan halus,” ujar anggota dari kelompok usaha Formation 8, Jim Kim dan Tanguy Chau seperti dikutip dari laman ecouterre.com.

Perusahaan Bolt Threads sendiri belum memutuskan apakah akan memproduksi pakaiannya sendiri atau menjadi pemasok kain untuk perusahaan pakaian pihak ketiga, atau melakukan keduanya. Para investor bertaruh bahwa sutra buatan Bolt Threads dapat menggantikan kain tekstil berbahan dasar minyak bumi, seperti polyester, lycra, dan nilon, bahkan serat alami seperti kapas.

Foto: Andi Levin/www.bloomberg.com

Foto: Andi Levin/www.bloomberg.com

“Dengan memproduksi sutra di laboratorium, Bolt Thread tidak harus bergantung pada ribuan ulat sutra, yang mana spesies ini juga berjuang menghadapi perubahan iklim. Metode produksi yang digunakan juga memberikan Bolt Threads kebebasan untuk berinovasi dan lebih efisien dalam penggunaan sumber daya alam,” ujar Kim dan Chau.

Menurut keduanya, beberapa perusahaan lain telah membuat kemajuan serupa di masa lalu, namun banyak yang tersandung saat melakukan transisi dari laboratorium ke pasar. Di sisi lain, Bolt Threads sudah siap untuk meningkatkan produksi kainnya. Terobosan Bolt Threads ini diklaim Kim dan Chau sebagai yang pertama dalam gelombang produk berbasis teknologi dari bahan alami.

“Pencapaian Bolt Threads harus mendorong para pengusaha dan investor untuk keluar dari zona nyaman mereka untuk mendukung inovasi dan ilmu pengetahuan,” katanya.

Penulis: Gloria Safira

Top
You cannot copy content of this page