Waspada! Yuk Kenali Monkeypox Lebih Jauh

Reading time: 3 menit
Monkeypox dapat menyebar ke siapa saja, orang dewasa maupun anak-anak. Foto: Freepik

Covid-19 masih dianggap sebagai pandemi global. Namun seakan mimpi buruk yang tidak kunjung berakhir, saat ini dunia sedang mengkhawatirkan penyebaran virus monkeypox yang kian merajalela.

Kekhawatiran ini menyusul dengan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Juli lalu yang menyatakan penyakit monkeypox sebagai darurat kesehatan global. Saat ini monkeypox telah menyebar ke 75 negara di dunia, termasuk negara tetangga, Singapura.

Meski belum terdeteksi di Indonesia, informasi terkait monkeypox harus kita ketahui dengan baik. Agar dapat mencegah masuknya virus tersebut dan meminimalisir penyebaran. Berikut penjelasan tentang cacar monyet atau monkeypox yang sudah Greeners rangkum dari berbagai sumber.

Apa Itu Cacar Monyet?

Cacar monyet atau monkeypox adalah infeksi virus yang berasal dari keluarga yang sama dengan virus cacar. Awalnya, penyakit ini adalah penyakit zoonosis atau ditularkan dari hewan ke manusia. Namun  penyakit ini juga dapat menyebar dari manusia ke manusia.

Virus cacar monyet bukan tergolong virus baru, ia pertama kali ditemukan pada monyet pada tahun 1958 dan pada manusia di awal tahun 1970-an. Menurut Direktur Medis Unit Perawatan Intensif di Pusat Medis Providence Cedars-Sinai Tarzana Dr. Thomas Yadegar, monkeypox termasuk penyakit self-limiting disease. Yakni penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya.

“Ini adalah penyakit yang membatasi diri. Artinya seiring berjalannya waktu, infeksi akan sembuh dengan sendirinya,” papar Thomas.

Gejala Cacar Monyet

Adapun beberapa gejala cacar monyet, meliputi:

  • Ruam
  • Demam
  • Panas dingin
  • Pegal-pegal atau nyeri otot
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Gejala pernapasan, seperti sakit tenggorokan, batuk dan hidung tersumbat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (pada leher, ketiak, atau bagian lipatan tubuh lainnya)

Selain beberapa gejala di atas, cacar monyet atau monkeypox juga menyebabkan ruam pada kulit. Ruam dapat menimbulkan kulit menjadi sensitif dan nyeri, biasanya muncul dalam satu sampai tiga hari sejak demam. ia berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar atau jerawat yang terisi dengan cairan dan nanah. Setelah kering, ruam akan keras kemudian rontok dan berpotensi meninggalkan bekas luka pada kulit.

Melansir Healthline, ruam mungkin muncul di beberapa kulit bagian tubuh, seperti:

  • Wajah
  • Mulut
  • Tangan
  • Kaki
  • Dada
  • Alat kelamin
  • Dubur

Pada umumnya gejala monkeypox akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, pada beberapa orang dengan gangguan kekebalan tubuh atau anak-anak, infeksi dapat menyebabkan komplikasi medis bahkan kematian. Saat ini sudah terdapat laporan kasus meninggal di Nigeria dan Republik Afrika Tengah karena virus ini.

Bagaimana penyebarannya?

Monkeypox dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak erat dengan seseorang yang menderita ruam. Seperti kontak tatap muka, kulit ke kulit, mulut ke mulut, mulut ke kulit, termasuk kontak seksual. Monkeypox juga dapat menular apabila menyentuh benda yang belum dicuci seperti pakaian, tempat tidur, atau handuk yang penderita gunakan.

Meski saat ini kasus cacar monyet paling banyak terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan sesama jenis. Spesialis Penyakit Menular Pediatrik di Memorial Hermann di Houston Dr. Michael Chang menekankan, tidak ada yang kebal terhadap virus ini. Baik itu orientasi seksual, usia, atau status kesehatan.

“Cacar monyet dapat menyebar ke siapa saja. Anak-anak dan orang dewasa, sehat atau dengan gangguan kekebalan,” kata Chang.

Bagaimana Pengobatannya?

Saat ini belum terdapat obat yang dapat menyembuhkan penyakit cacar monyet secara spesifik. Pengobatan lebih bersifat simptomatis dan suportif, virus ini dapat sembuh dan gejala dapat hilang dengan sendirinya. Namun penderita dapat mengikuti saran dan anjuran dari fasilitas layanan kesehatan setempat.

Tindakan pengobatan dapat penderita lakukan secara mandiri seperti minum air putih secara cukup, makan dengan baik dan bergizi, serta istirahat yang cukup.

Mengapa Cacar Monyet Menjadi Masalah yang Serius?

Jika monkeypox tidak berakibat fatal, mengapa dunia menyatakan keadaan darurat? Selain belum terdapat obat, Kepala Penasihat Medis Kroll Institute, Dr. Jay Varma menjelaskan, pada kebanyakan pasien cacar monyet menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang luar biasa. Hal ini berlangsung selama beberapa minggu di banyak bagian tubuh tempat ruam berada.

“Dalam beberapa situasi, rasa sakitnya bisa sangat parah sehingga memerlukan rawat inap. Adanya ruam juga dapat meninggalkan bekas luka permanen pada kulit atau terinfeksi bakteri,” jelas Varma.

Selain itu, ia juga menyebut virus monkeypox dapat menyebabkan kerusakan pada otak, mata bahkan paru-paru.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Healthline

Kementerian Kesehatan

Top

You cannot copy content of this page