Ancaman Pencakar Langit Bagi Burung Migran

Reading time: 2 menit
Foto: inhabitat.com

Diperkirakan 1 dari 10 burung migran mati per tahun per gedung. Ya, per gedung! Dan angka tersebut merupakan angka rata-rata kota. Artinya, ada banyak burung yang mati.

Toronto saja tercatat telah membangun lebih dari 950.000 gedung, yang artinya ancaman terhadap 9 juta burung setiap tahun. Bagaimana dengan Jakarta? Saat ini tercatat ada 700 gedung pencakar langit di Jakarta.

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa 100 juta dari 1 milyar burung migran mati akibat menabrak gedung di Amerika Utara setiap tahunnya.

Toronto merupakan kota yang tepat berada di tengah-tengah salah satu jalur migrasi terpadat di dunia. Kebanyakan spesies burung bermigrasi pada malam hari dan bergantung pada rasi bintang sebagai alat bantu navigasi.

Foto: news.buzzbuzzhome.com. Foto Insert: flap.org

Namun, banyak burung yang terkecoh dengan lampu-lampu silau perkotaan ketika malam hari hingga akhirnya menyebabkan burung menabrak gedung. Ketika siang hari, kaca gedung menipu burung migran. Burung-burung tidak dapat melihat kaca, yang dilihatnya hanya pantulan bayangan pohon dan langit. Akibatnya, tabrakan fatal!
Tidak heran karena jendela ada dimana-mana: gedung kantor, pertokoan, rumah makan, bahkan di rumah anda. Seperti yang diungkapkan banyak ornitologis bahwa tabrakan dengan bangunan yang dialami oleh burung menjadi penyebab utama kematian pada burung migran di Amerika Utara.

BuzzBuzz Home melaporkan bahwa FLAP (Fatal Light Awareness Program) berkomitmen untuk mengatasi masalah tersebut, dengan memastikan gedung-gedung memasang kaca ramah burung. Michael Mesure, penggagas FLAP, memiliki sebuah misi untuk menyelamatkan teman berbulunya ini, dan Kanada menyambut misi ini.

Pada tahun 2007, pemerintah kota Toronto menerapkan Panduan Pembangunan Ramah Burung untuk memastikan gedung-gedung di Toronto, baik gedung lama ataupun baru, agar lebih ramah terhadap burung, dengan menggunakan kaca bercorak yang terlihat oleh penglihatan burung. Panel kaca pada bangunan lama yang selama ini menjadi penyebab terjadinya tabrakan telah diganti, dan pengembang sekarang diharuskan untuk menggunakan kaca ramah burung baik di bangunan pemukiman juga gedung komersil.

(G33)

Sumber: inhabitat.com

Top
You cannot copy content of this page