Botol Minum dari Alga, Dapat Terurai Secara Biologis

Reading time: 2 menit
alga
Botol minum biodegradable rancangan Ari Jonsson. Foto: Ari Jonsson/inhabitat.com

Ada harga mahal yang harus kita bayar setiap kali menggunakan botol plastik sekali pakai. Butuh 1000 tahun untuk setiap botol plastik agar terurai di tempat pembuangan sampah. Fakta yang lebih mengejutkan lagi, hampir setengah dari botol plastik yang dibuat di dunia ini hanya digunakan sekali saja. Oleh karenanya, sampah botol plastik semakin hari bertambah banyak.

Seorang desainer produk dari Islandia bernama Ari Jonsson membuat solusi yang inovatif untuk mengatasi permasalahan ini. Ia membuat botol air yang bisa terurai secara biologis. Bahan utama botolnya adalah agar, bahan yang terbuat dari alga.

Mengenai asal muasal agar, tercatat di tahun 1650, saat seorang pegawai penginapan asal Jepang membuang sepanci sisa sup. Keesokan harinya ia melihat bahwa sup yang dia buang ternyata membentuk agar-agar saat disimpan semalaman. Sekitar tahun 1800an, proses ini mulai masuk ke laboratorium mikrobiolagi dan sampai sekarang tetap digunakan sebagai cara untuk memisahkan molekul.

Foto: Ari Jonsson/inhabitat.com

Foto: Ari Jonsson/inhabitat.com

Untuk menciptakan botol dari alga ini, Ari mencampur bubuk agar ke dalam air. Hasilnya yang berbentuk agar-agar dipanaskan kemudian dituangkan ke cetakan dingin. Cairan tersebut kemudian diputar di dalam sebuah wadah berisi air es sampai kemudian terbentuk sebuah botol. Botol tersebut kemudian dibekukan beberapa waktu di lemari es dan kemudian bisa digunakan.

Botol dari alga ini akan tetap berbentuk sama selama ada isinya, namun setelah kosong botolnya akan mulai hancur. Lebih unik lagi, selain mendapatkan isi botol tersebut, kalau kita suka, kita bisa memakan botolnya. Agar-agar sering digunakan oleh orang yang vegetarian untuk menggantikan gelatin di dalam makanan dan bahan tersebut aman untuk lingkungan serta manusia.

Ari Jonsson menampilkan proyeknya ini di DesignMarch, sebuah festival desain yang baru-baru ini diselenggarakan di Reykjavik. Ari sendiri adalah seorang siswa di Iceland Academy of Arts.

Penulis: NW/G15

Top
You cannot copy content of this page