Anggur Laut, Spesies Alga Hijau dengan Segudang Manfaat

Reading time: 3 menit
Tanaman ini mempunyai klorofil yang relatif rendah. Foto: Shutterstock

Tidak cuma perkebunan, area perairan laut juga menyediakan sumber makanan bernutrisi bagi manusia. Seperti anggur laut misalnya, flora yang kerap disapa green caviar ini terkenal akan kandungan seratnya yang tinggi, sehingga sangat baik untuk melancarkan pencernaan.

Green caviar merupakan salah satu spesies alga hijau yang tergabung dalam genus Caulerpa. Tumbuhan air ini sejatinya masih berkerabat dengan rumput laut, serta memiliki nama ilmiah Caulerpa racemosa.

Secara umum, sebutan “anggur laut” sendiri sebenarnya tidak merujuk pada satu tanaman saja. Selain spesies C. racemosa, tanaman lain yang menyandang julukan serupa adalah Coccoloba uvifera.

Namun, spesies C. racemosa dan C. uvifera tidak memiliki kekerabatan apapun. Mereka bahkan memiliki morfologi dan habitat yang berbeda, sebab C. racemosa tumbuh di dalam perairan dan berbentuk ganggang.

Morfologi dan Ciri-Ciri Anggur Laut

Berbeda dengan C. uvifera, spesies anggur laut C. racemosa tidak dapat menghasilkan buah. Penyematan kata “anggur” sendiri merujuk pada tampilan talusnya, yang berbentuk bulat dan berwarna hijau cerah.

Talus-talusnya itu berkembang dari percabangan tegak setinggi 2,5–6 cm. Ukuran batang pokoknya mencapai 16–22 cm, dengan warna hijau cerah yang dapat berubah menjadi kekuningan saat sudah tua.

Selain itu, spesies C. racemosa juga bisa kita tandai dari stolon talusnya yang berukuran 5 cm. Perakaran (holdfast) tanaman ini relatif besar dan meruncing seperti paku, dengan panjang ramuli mencapai 8 cm.

Bagi Anda yang belum familiar, ramuli merupakan organ cabang atau percabangan dari stolon sebagai organ utama. Substansinya agak lunak dan terkesan kosong (gembos), dengan diameter antara 2–4 mm.

Saat masa reproduksi, green caviar akan mengeluarkan substansi putih seperti susu. Selanjutnya warna hijau pada tumbuhan tersebut akan memudar, lalu hancur dan mati setelah 1–2 hari proses reproduksi.

Habitat dan Distribusi Anggur Laut

Tidak sulit menemukan anggur laut, sebab mereka dapat kita temukan di seluruh lautan dangkal beriklim tropis. Filipina, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Thailand adalah wilayah distribusi alga hijau tersebut.

Selain itu, tanaman ini juga bisa kita temukan di perairan China, Taiwan, sampai Indonesia. Bahkan, jenis rumput laut yang berasal dari Tunisia itu kini telah menyebar hingga ke daerah barat perairan Pasifik.

Secara umum, kelompok Caulerpa jamak dijumpai pada daerah pantai yang memiliki rataan terumbu karang. Mereka tumbuh pada substrat yang mati, pecahan karang mati, serta area pasir lumpur dan lumpur.

Biasanya, spesies C. racemosa tumbuh pada perairan yang saat pasang surut terendah masih tergenang air. Tanaman ini tidak tahan terhadap kekeringan, serta mempunyai kandungan klorofil yang relatif rendah.

Meski begitu, tumbuhan berordo Bryopsidales ini sangat kuat menahan terpaan ombak. Mereka terkenal akan akarnya yang kokoh dan pendek, sehingga dapat menempel dengan baik pada permukaan substrat.

Kandungan dan Manfaat Anggur Laut

Kandungan vitamin anggur laut cukup tinggi. Dengan mengonsumsinya secara rutin, kita bisa mendapatkan manfaat berupa asupan vitamin A dan C, zat besi, yodium, serta kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh.

Selain itu, rumput laut yang biasa dimakan dalam bentuk segar ini juga memiliki khasiat pengobatan dan kecantikan. Di dalamnya terkandung protein, kalsium, dan asam lemak seperti omega-3 DHA, EPA, dan ALA.

Bagi para penderita hipertensi, kandungan asam lemak ini sangat baik untuk menurunkan kolesterol serta fluiditas pembuluh darah. Bahkan, kandungan ini diklaim efektif untuk menjaga kesehatan mata.

Dalam sebuah penelitian, ahli mengungkapkan bahwa green caviar bisa meredam penyebaran radikal bebas, penumpukan sorbitol intraseluler, hingga mencegah pengikatan glukosa dan protein.

Karena itu, tidak heran jika tanaman air ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Harga jualnya bahkan dapat mencapai Rp 250.000–700.000 per kg, yakni dalam kondisi segar maupun kemasan.

Taksonomi Caulerpa Racemosa

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page