Eco-Grafiti Dari Stensil Lumpur

Reading time: 2 menit
Foto: inhabitat.com

Grafiti sering kali dilihat sebagai coretan di dinding yang merusak keindahan dan kebersihan. Di sisi lain, graffiti dilihat sebagai ekspresi sebuah ide, sesuatu yang menantang, dan mungkin yang paling penting adalah bersifat temporer. Jesse Graves, seorang seniman yang tinggal di Milwaukee Wisconsin, menggunakan lumpur sebagai media seni untuk mengekspresikan karya graffiti ‘hijau’-nya di jalanan, dan ia mengajak siapapun untuk melakukan hal yang sama.

Foto: mudstencils.com

Foto: mudstencils.com

Membuat stensil graffiti lumpur sangat menyenangkan dan mudah. Selain itu, Sobat Greeners tak perlu khawatir karena graffiti lumpur ini akan hilang ketika diguyur hujan sehingga dapat dengan bebas memperindah lingkungan sekitar rumah dan mengekspresikan ide.

Pesan-pesan sosial disuarakan oleh dengan cara yang ramah lingkungan. Foto: inhabitat.com

Pesan-pesan sosial disuarakan oleh Jesse Graves dengan cara yang ramah lingkungan. Foto: inhabitat.com

Graffiti karya Grave, diantaranya bergambar sepeda, botol minyak, dan sapi dengan menggunakan stensil lumpur untuk menyampaikan pesan keadilan sosial. Mengapa lumpur? Menurut Graves, “Saya menggunakan lumpur atau elemen bumi karena lumpur atau bumi adalah substansi fundamental pembawa kehidupan, sangat logis untuk pesan sosial dari karya saya.”

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat graffiti lumpur ini diantaranya:
• Mylar transparan
• Isolasi
• Desain stensil (sebaiknya garis tebal dan siluet)
• Pisau X-acto,
• Lumpur (tanah + air), simpan di dalam ember atau baki cat
• Roll cat atau spons

Cara membuat:
Desain gambar stensil. Buat gambar stensil sesuai ukuran yang diinginkan, atau buat desain pada komputer dan cetak. Pastikan tidak ada bagian yang hilang saat memotongnya. Jika menggunakan huruf, gunakan huruf stensil.
Potong. Rekatkan desain di balik Mylar transparan. Mylar adalah bahan yang sama dengan yang digunakan untuk transparansi proyektor. Gunakan pisau X-Acto untuk memotong desain stensil diatas Mylar.
Lumpur. Buatlah adonan lumpur. Campur tanah dan air hingga rata. Pastikan tidak terlalu encer. Kira-kira kekentalannya mirip seperti selai kacang.
Tempel. Rekatkan stensil pada media apapun yang diinginkan. Hasilnya akan bagus jika diaplikasikan di trotoar atau dinding. Jika ada bagian Mylar yang menggulung, rekatkan. Gunakan spons untuk mengaplikasikan lumpur pada stensil. Jangan menekannya terlalu keras karena kandungan airnya akan keluar dari lumpur dan menggenang dibalik stensil.
Voila! Lepaskan perekat pada stensil. Perlahan lepaskan Mylar, dan jadilah stensil lumpur bebas racun!

Selamat mencoba!

(G33)

Sumber: inhabitat.com

Top
You cannot copy content of this page