Karpet “Konsumerisme”

Reading time: 2 menit
Foto: www.inhabitat.com

Permadani terbuat dari bahan sehari-hari macam permen, sendok, kertas A4, pasta mentah, pinsil gambar. Ada permadani seperti itu? Tanyakan pada trio desainer asal Belanda: Marcia Nolte, Stijn van der Vleuten dan Bob Waardenburg. Mereka bertiga membentuk studio bernama We Make Carpet. Karpet yang dibuat dengan teknik menenun.

Foto: www.inhabitat.com

Foto: www.inhabitat.com

Keunikan karpet buatan We Make Carpet ada pada materialnya. Jika karpet pada umumnya dibuat untuk kenyamanan di rumah atau apartemen, ketiga desainer itu membuat karpet sebagai karya seni. Materialnya berasal dari barang sehari-hari. Misalnya saja permen, sendok, kertas A4, pasta mentah, pinsil gambar, dan masih banyak lagi material lainnya. Pada dasarnya ketiga desainer tersebut ingin mengangkat tema hidup konsumtif.

Foto: www.inhabitat.com

Foto: www.inhabitat.com

We Make Carpet pernah memajang karya seni ‘karpet’ tersebut di Dutch Design Week. Tidak sedikit pengunjung yang penasaran ingin menyentuh karpet-karpetnya, terutama anak kecil. Tak heran karena karpet-karpet tersebut berwarna mencolok dan unik. Jika dilihat dari jauh, karpet terlihat warna-warni dan indah, namun bila dilihat dari dekat barulah terlihat material penyusunnya.

Pada Oktober 2014 lalu, We make Carpet merayakan umurnya yang ke lima dengan memamerkan 50 karpet yang berbeda-beda desainnya di Eindhoven Strijp S’Mu.

Penulis: NW/G15
Sumber: www.inhabitat.com

Top