BRIN Ubah Gas Metana TPA Menjadi Sumber Energi

Reading time: 2 menit
BRIN mengubah gas metana TPA menjadi sumber energi. Foto: Magnific
BRIN mengubah gas metana TPA menjadi sumber energi. Foto: Magnific

Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pemanenan gas metana dari tempat pemrosesan akhir (TPA). Inovasi ini bisa menjadi sumber energi alternatif bagi masyarakat.

Teknologi ini telah dirancang sederhana dan mudah diterapkan sehingga berpotensi digunakan di berbagai daerah. Peneliti Ahli Utama BRIN, Sri Wahyono mengatakan, pengembangan teknologi tersebut berdasarkan pengalaman lapangan serta kolaborasi dengan pengelola TPA di sejumlah daerah, termasuk Malang.

“Teknologi ini memanfaatkan peralatan sederhana, seperti pipa, suction blower, dan unit pemurnian gas. Gas metana yang terkumpul dapat menjadi bahan bakar kompor maupun sumber energi untuk generator yang dimodifikasi agar dapat menghasilkan listrik dari gas metana TPA,” ujar Sri melansir Berita BRIN.

Sri mengungkapkan bahwa pengembangan teknologi ini diawali dengan studi lapangan. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik timbunan sampah dan kandungan gas metana di lokasi TPA. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak untuk memprediksi potensi gas sekaligus menentukan titik optimal pemasangan sumur gas.

Pemasangan sumur berlangsung secara horizontal maupun vertikal dengan jarak tertentu dengan menyesuaikan kondisi timbunan sampah. Dalam proses instalasi, tim juga menghadapi tantangan lingkungan TPA yang bersuhu tinggi dan berbau menyengat.

Gas metana yang terkumpul dialirkan melalui jaringan pipa dan disedot menggunakan suction blower karena tekanan gas relatif rendah. Sebelum dimanfaatkan, gas terlebih dahulu dimurnikan untuk mengurangi kandungan air, karbon dioksida, dan hidrogen sulfida agar lebih aman digunakan.

Bahan Bakar Memasak

Saat ini, gas metana hasil pemanenan dimanfaatkan untuk kebutuhan bahan bakar memasak masyarakat sekitar maupun operasional internal pengelola TPA. Selain itu, gas tersebut juga dapat digunakan untuk pembangkit listrik skala kecil, meski kestabilan pasokan masih menjadi tantangan.

Sri menjelaskan bahwa pengembangan teknologi pemanenan gas metana melalui sejumlah tahapan. Tahapan tersebut meliputi identifikasi potensi gas, penentuan lokasi sumur, pemasangan instalasi, pengaliran gas menggunakan suction blower, hingga proses pemurnian sebelum dimanfaatkan sebagai sumber energi.

“Teknologi ini sebenarnya sederhana, tetapi telah terbukti dapat dimanfaatkan di beberapa tempat pemrosesan akhir (TPA) dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Sri.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top