Desainer Korea Selatan Su Yang Choi menghadirkan inovasi desain ramah lingkungan melalui karya instalasi lampu bertajuk Slow2 yang terbuat dari rumput laut. Karya ini ia pamerkan dalam ajang Salone Satellite 2026 di Milan, Italia, dan menjadi bagian dari seri Slow Project.
Berbeda dari pendekatan desain berkelanjutan yang umumnya hanya menempatkan material alami sebagai pengganti bahan konvensional, Choi mencoba menunjukkan bahwa material ramah lingkungan juga dapat memiliki identitas visual dan nilai estetika yang kuat.
Slow2 terbuat dari agar rumput laut, biopolimer biodegradable yang diformulasikan tanpa tambahan sintetis. Material tersebut dilapisi pada struktur tubular berbahan baja dan dipadukan dengan strip LED di bagian dalamnya. Hasilnya adalah instalasi bercahaya dengan efek semi-transparan yang menciptakan tampilan futuristis sekaligus organik.
Desain karya ini terinspirasi dari konsep baramgil dalam arsitektur hanok tradisional Korea, yaitu prinsip ruang yang menciptakan kesan kedalaman melalui susunan bidang dan perspektif. Choi menerjemahkan ide tersebut menjadi dua bentuk lingkaran tubular yang saling terhubung secara vertikal.
Saat digantung dari langit-langit, instalasi memproyeksikan bayangan lingkaran bertumpuk ke dinding sehingga menghadirkan dimensi visual tambahan. Dari sudut tertentu, karya tampak seperti satu bentuk utuh, sementara dari sudut lain terlihat lapisan ruang yang lebih dalam.
Warna dari Pigmen Alami
Warna dalam karya ini juga berasal dari pigmen alami, khususnya gardenia dan paprika. Keduanya menghasilkan gradien dari kuning keemasan dan kuning hangat di bawah hingga merah yang pekat di bagian atas.
Pergeseran warnanya pun tidak diterapkan dalam pita datar tetapi bergerak secara bertahap di seluruh bentuk. Kemudian, terdapat cahaya LED memperkuat variasi tersebut secara berbeda melalui setiap lapisan agar, sehingga pewarnaan berubah tergantung dari mana pengunjung melihatnya.
Tidak hanya menonjolkan bentuk, Choi juga mempertahankan tekstur alami material agar pada permukaan lampu. Detail tersebut memperkuat karakter organik sekaligus menunjukkan potensi estetika material berbasis alam.
Melalui Slow2, Choi ingin memperlihatkan bahwa material berkelanjutan tidak sekadar menjadi alternatif ramah lingkungan, tetapi juga mampu melahirkan pendekatan baru dalam desain modern.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia











































