Kegigihan Bangladesh Melawan Polusi Udara

Reading time: 1 menit
polusi
Bangladesh. Foto: Wikimedia Commons via inhabitat.com

Rajshahi merupakan sebuah kota di Bangladesh yang dahulu terkenal dengan buruknya tingkat polusi udara. Penduduk di Rajshahi berjuang menghindari debu dan asap yang begitu tebal dengan menutup rapat-rapat jendela rumah mereka, bahkan di saat musim panas sekalipun. Rajshahi bahkan pernah didaulat sebagai kota terpolusi sedunia.

Kini lembaran baru mewarnai sejarah Rajshahi. Kota ini berubah. Rajshahi mampu mengurangi polusi udara jauh lebih banyak dibanding tempat-tempat lain di dunia.

Usaha memerangi polusi ini dimulai 15 tahun lalu dengan cara menanam pohon. Sekitar 12 tahun sebelumnya, masalah transportasi kota diatasi dengan membeli becak tarik dari Cina. Becak tersebut bertenaga baterai sehingga memotong jumlah polusi udara yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar fosil di jalanan. Truk-truk besar dilarang memasuki kota tersebut pada siang hari. Proses pembakaran dari produksi batu bata di Rajshahi pun diperbaiki dengan penggunaan cerobong asap dan bensin demi mengurangi polusi.

Kunjungan studi banding yang dilakukan Kepala Insinyur kota Rajshahi, Ashrafel Haque ke London, Cina dan Jepang, menginspirasi Ashrafel untuk membuat jalur pedestrian yang baru dalam jumlah banyak di kotanya. Alhasil masyarakat kota dengan senang hati berjalan kaki di kotanya dan polusi dapat makin ditekan.

Saat ini jalur pejalan kaki yang dibuat di Rajshahi sudah mencapai 15 km. Tidak berhenti sampai di situ, jalur pejalan kaki ini akan ditambah sebanyak 33 km lagi. Ashrafel Haque juga merancang jalur sepeda pertama di Bangladesh sehingga kebutuhan akan kendaraan mobil dan motor dapat dikurangi.

Para penduduk kota Rajshahi sekarang dapat berbangga hati pada kota yang mereka diami. Tidak hanya kotanya menjadi lebih bersih, angka penduduk yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan seperti asma pun berkurang dan mereka mulai merasakan kehidupan yang lebih baik di Rajshahi.

Penulis: NW/G15

Top