Kelp, Kursi Berdesain Unik dari Limbah Jaring Ikan

Reading time: 2 menit
Kursi unik ini terbuat dari limbah jaring ikan. Foto: Inhabitat

Studio seni asal Swedia, Interesting Time Gang, berhasil memberikan kehidupan kedua pada salah satu jenis sampah laut yang paling mencemari: limbah jaring ikan. Melalui tangan dingin para desainer, jaring ikan bekas yang tidak berdaya dapat terlahir kembali menjadi furnitur yang berharga. Mereka mengolah limbah teresebut menjadi kursi tunggal berdesain unik dan futuristis bernama Kelp.

“Setiap tahun, ribuan jaring ikan terbuang sia-sia dan mencemari lautan serta perairan di sekitarnya. Jaring-jaring tersebut menyebabkan kematian dan kehancuran bagi ekosistem laut,” ujar para desainer dalam situs resmi mereka. “Padahal, kehidupan manusia sangat bergantung pada lautan dan segala kehidupan yang ada di dalamnya.”

Untuk membuat kursi Kelp, Interesting Time Gang memanfaatkan limbah jaring ikan yang terdapat di Laut Baltik. Dengan bantuan mesin cetak tiga dimensi, jaring ikan bekas diolah dan dibentuk sedemikian rupa hingga berbentuk kursi tunggal. Mereka juga menggunakan bahan tambahan berupa serat kayu untuk membuat kursi tersebut.

“Pada akhir masa pakainya, kursi ini dapat kita daur ulang kembali menjadi bio-material baru yang tidak kalah bermanfaat,” papar mereka.

Meskipun terbuat dari jaring ikan bekas, kursi Kelp tetaplah terlihat menarik. Kursi ini memiliki bentuk bergelombang dan berwarna hijau yang terinspirasi dari vegetasi laut. Saat ini, kursi tersebut masih diproduksi dalam skala terbatas.

Limbah Jaring Ikan: Tidak Hanya Diolah Kembali Menjadi Kursi

Jaring ikan yang terbuang sia-sia sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain kursi, beberapa desainer lain juga telah berhasil mengolah kembali limbah tersebut menjadi berbagai benda yang bernilai guna tinggi.

Desainer ternama Stella McCartney merupakan salah satu desainer yang sukses memberikan kehidupan kedua pada limbah jaring ikan. Pada tahun 2021 lalu, ia berhasil “menyulap” limbah tersebut menjadi sepatu sneakers bernama Reclypse yang mewah. Selain itu, desainer asal Inggris tersebut juga telah menghadirkan koleksi pakaian renang dan tas dengan memanfaatkan jaring ikan bekas.

Selain Interesting Time Gang dan Stella McCartney, desainer lain bernama Thomas Kimber juga telah memanfaatkan limbah jaring ikan untuk membuat produk fesyen. Ia mengolah kembali limbah tersebut menjadi kacamata hitam nan modis bernama Karun.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Inhabitat

Situs Resmi Interesting Time Gang

Top

You cannot copy content of this page