Menghadapi Krisis Air dengan Kulit Jeruk dan Alpukat

Reading time: 2 menit
kulit jeruk
Kiara Nirghin. Foto: inhabitat.com

Saat Afrika Selatan menghadapi kekeringan paling parah sepanjang sejarah, seorang siswi sekolah di Johannesburg berhasil menciptakan sebuah polimer dengan daya serap yang luar biasa sehingga bisa mengubah cara bertani di sana. Bahan polimer ini dibuat dari bahan yang sederhana dan tersedia disana sebagai bahan bekas yang tidak terpakai: kulit jeruk dan kulit alpukat.

Ternyata kemampuan dua bahan tersebut luar biasa, mampu menyimpan air beratus kali lipat dari beratnya sendiri. Kiara Nirghin, siswi penemu bahan ini menyebut proyeknya sebagai “No More Thirsty Crops” atau tidak ada lagi tanaman yang kekeringan. Proyek ini berhasil memenangkan Community Impact Award dari Google Science Fair untuk Timur Tengah dan Afrika.

kulit jeruk

Kiara Nirghin menemukan bahwa kulit jeruk dan kulit alpukat dapat menghasilkan polimer yang dapat menyerap air dan menjadi cadangan air bagi tanaman. Foto: inhabitat.com

Saat ini para petani di Afrika Selatan sedang meminta subsidi kepada pemerintahan setempat untuk membantu mengatasi krisis air, namun penemuan Kiara bisa jadi cara yang ampuh untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bahan penyerap air super ini bisa digunakan untuk menciptakan cadangan air bagi para petani sehingga tanaman bisa hidup namun dengan biaya perawatan yang rendah.

Kiara Nirghin mengetahui bahwa polimer penyerap air bergantung pada rangkaian molekul polisakarida dan proyek ini muncul setelah dia mempelajari bahwa sebuah kulit jeruk terbentuk dari sekitar 60% polisakarida. Bahan tersebut juga mengandung pectin, yang digunakan sebagai pembuat gel dalam berbagai proses kimia. Saat digabungkan dengan kulit alpukat yang berminyak dan disimpan di bawah sengatan matahari, campuran ini mengalami reaksi dan membentuk sebuah polimer gabungan.

Sebagai pemenang Google Science Fair, Kiara mendapatkan seorang mentor dari perusahaan Google untuk menolongnya mengembangkan ide tersebut secara lebih lanjut, termasuk untuk pengujian di lapangan. Tidak lama lagi, Kiara akan mendapatkan kabar apakah dia termasuk sebagai salah satu dari 16 finalis lomba yang sama di tingkat dunia.

Penulis: NW/G15

Top
You cannot copy content of this page