Kue Wafel Berbahan Dasar Serangga, Berani Coba?

Reading time: 2 menit
Foto: Istimewa/Greeners.Co

Tim peneliti dari Universitas Ghent di Belgia telah menciptakan inovasi unik dalam dunia kuliner. Guna meningkatkan popularitas serangga sebagai makanan masa depan, mereka telah menciptakan kue wafel yang hampir sepenuhnya terbuat dari serangga!

“Kami membuat kue wafel masa depan dengan menggunakan mentega yang berasal dari lemak serangga. Mentega dari serangga merupakan alternatif mentega yang lebih menyehatkan, dan rasanya juga tidak kalah enak,” ujar tim peneliti dalam Euronews.

Tim peneliti mengatakan bahwa kue wafel unik ciptaan mereka memiliki rasa yang tidak jauh berbeda seperti wafel pada umumnya. Peneliti telah melakukan uji coba terhadap para mahasiswa di Universitas Ghent, dan para mahasiswa mengaku bahwa mereka menyukai kue berbahan dasar serangga tersebut. Mereka tidak merasakan adanya perbedaan rasa dan tekstur antara wafel biasa dengan wafel berbahan dasar serangga. Keduanya memiliki rasa yang sama-sama lezat.

“Ini merupakan inovasi kuliner yang menjanjikan untuk masa depan. Kami akan terus berupaya untuk mengolah sumber makanan alternatif seperti serangga menjadi makanan yang tidak mengerikan,” tutur salah satu peneliti, Daylan Tzompa-Sosa.

Kue Wafel dari Serangga Lebih Menyehatkan

Daylan menyatakan bahwa kue wafel yang mereka buat dengan menggunakan mentega lemak serangga memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi.  Selain kaya akan protein, mentega dari lemak serangga mengandung asam laurat yang bernutrisi dan lebih mudah dicerna daripada mentega biasa.

“Selain lebih mudah tercerna oleh tubuh, kandungan asam laurat dalam mentega serangga juga memiliki efek antibakteri, antimikroba, dan antimikotik. Artinya, lemak serangga tersebut memiliki kemampuan untuk menghalau berbagai virus, bakteri, bahkan jamur di dalam tubuh. Ini menjadikan kue wafel berbahan dasar serangga lebih menyehatkan daripada wafel biasa,” papar Daylan.

Tak hanya lebih menyehatkan, Daylan juga menemukan fakta bahwa kue wafel dari serangga rupanya lebih ramah lingkungan. Daylan mengatakan bahwa wafel yang terbuat dari serangga memiliki jejak ekologis yang lebih kecil dibandingkan dengan wafel pada umumnya. Selain itu, serangga yang mereka manfaatkan juga memiliki jejak karbon yang lebih rendah karena mereka mudah ditemukan di banyak tempat.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Euronews

The Brussels Times

Top
You cannot copy content of this page