calendar
Jumat, 18 Januari 2019
Pencarian
pemurni udara
Menara pemurni udara (purifier) setinggi 100 meter dibangun di kota Xian, provinsi Shaanxi, Cina. Menara ini telah memproses lebih dari 10 juta meter kubik udara bersih per hari. Foto: medium.com

Menara Pemurni Udara Terbesar di Dunia Bersihkan Udara Cina

Inovasi

Cina merupakan salah satu negara industri terbesar di dunia. Tak heran jika negara itu termasuk negara penghasil karbon dioksida terbesar di dunia. Menurut data terbaru dari Global Carbon Project, Cina menyumbang emisi sekitar 10.357 juta metrik ton per tahun.

Mengingat polutan merupakan ancaman serius bagi lingkungan, pemerintah Cina berupaya untuk mengurangi polusi dengan mendirikan menara pemurni udara (purifier) setinggi 100 meter di kota Xian di provinsi Shaanxi, yang terletak di bagian utara negara ini. Menara ini mencakup area seluas 10 kilometer persegi dan diklaim sebagai menara pemurni terbesar di dunia.

Menara tersebut telah memproses lebih dari 10 juta meter kubik (353 juta kaki kubik) udara bersih per hari, dengan rata-rata pengurangan PM 2.5 (partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron) dari 15% udara di area lokal sejak beroperasi beberapa bulan yang lalu. Menara ini dikelilingi oleh kumpulan rumah kaca yang dapat menyerap energi matahari di musim dingin.

Udara yang tercemar tersedot ke dalamnya dan dipanaskan oleh sinar matahari sebelum disalurkan ke menara dan melewati filter di dalamnya. “Ini hampir tidak memerlukan masukan daya sepanjang siang hari. Gagasan tersebut telah berjalan sangat baik dalam uji coba,” ujar Cao Junji, selaku ilmuwan yang bertanggung jawab atas proyek ini.

pemurni udara

Foto: medium.com

Cao mengatakan bahwa menara tersebut telah membuat udara dalam jarak 10 kilometer dari menara tersebut terasa bersih. Efektivitas menara adalah subjek penelitian yang sedang berlangsung oleh Institute of Earth Environment di Chinese Academy of Sciences. “Menara ini tidak memiliki tandingan dalam hal ukuran. Hasilnya cukup menggembirakan,” Cao mengatakan kepada South China Morning Post.

Seorang mahasiswa di Shaanxi Normal University mengatakan kepada pers, “Saya tidak bisa berhenti melihat menara setiap kali saya lewat. Ini sangat tinggi, sangat menakjubkan, tapi juga sangat sunyi. Saya tidak bisa mendengar angin masuk atau keluar. Kualitas udara memang membaik. Saya tidak meragukannya. ”

Seperti yang dilansir pada Clean Technica, Cao dan rekan-rekannya punya rencana besar untuk masa depan. Mereka ingin membangun menara setinggi 500 meter dan berdiameter 200 meter di beberapa kota di Cina, menurut sebuah aplikasi paten yang diajukan pada tahun 2014. Rumah kaca yang dibutuhkan untuk mendukung proyek semacam itu akan mencakup area seluas hampir 12 mil persegi.

Fakta bahwa menara pemurni udara semacam ini beroperasi dengan sedikit kebutuhan akan tenaga listrik merupakan faktor besar yang menguntungkan Cina karena negara ini berjuang untuk memisahkan diri dari polusi yang disebabkan pembangkit listrik tenaga batubara selama beberapa dekade.

Penulis: DS/G43

Top