Aspal ‘Dingin’ untuk Perubahan Iklim

Reading time: 1 menit
aspal dingin
Foto: www.seeker.com

NASA melansir, temperatur global pada tahun 2016 lalu telah meningkat mencapai titik tertinggi yaitu 0,13 derajat Celcius, mengalahkan rekor sebelumnya yakni 2013 sebanyak 0,12 derajat Celsius. Meski pertambahan suhunya hanya 0,01 derajat, tapi tentu sobat Greeners bisa merasakan makin panasnya udara baru-baru ini.

Untuk menangkal panas yang kian menyengat, salah satunya kota Los Angeles di AS yang bisa mencapai suhu 38 derajat Celcius pada siang hari, para pekerja kontraktor menyiapkan siasat dengan mewarnai ulang aspal-aspal kota.

Ya, Los Angeles menjadi kota besar pertama yang mencoba teknologi aspal ‘dingin’ ini. Dilansir Seeker, aspal normal bewarna hitam mampu menyerap 80 sampai 95 persen panas matahari, sedangkan warna abu-abu dari aspal dingin mampu merefleksikan panas matahari dan secara dramatis menurunkan suhu permukaan dan mengurangi panas kota.

aspal dingin

Foto: guardtop.com

Jeff Luzar dari GuardTop – perusahaan yang memasari produk cat ini menunjukkan jika pengaplikasian cat abu-abu ini bisa menurunkan temperatur jalanan hingga 12 derajat Fahrenheit setelah satu kali pelapisan.

Alan Barreca, profesor Ilmu Lingkungan University California mengatakan jika teknologi aspal dingin bisa menjadi solusi adil dibanding metode seperti air conditioner (AC) atau pendingin ruangan.

“Tidak semua orang memiliki sumber daya untuk menggunakan AC, jadi ini menjadi masalah para keluarga dengan penghasilan rendah. Ini mengkhawatirkan saya dari segi moral. Mungkin aspal ini bisa menguntungkan bagi semua kalangan,” ujar Alan.

“Menurunnya suhu karena aspal, berarti juga mengurangi ketergantungan terhadap AC. Tentu saja akan mengurangi gas rumah kaca,” tutupnya.

Penulis: MFA/G41

Top