Patung Dinosaurus dari Limbah Padi

Reading time: 2 menit
Patung Triceratops dari batang padi. Foto: amymauscd/inhabitat.com

Dinosaurus terbuat dari jerami, memangnya ada? Para petani di Jepang memanfaatkan limbah jerami dari panen padinya dan mengubahnya menjadi patung.

Patung dinosaurus yang tersusun dari jerami tersebut terpajang di Wara Art Festival. Berlokasi di Prefektur Niigata, Jepang, festival tahunan tersebut dilangsungkan pada akhir bulan Agustus lalu.

Setiap tahun di Niigata berkumpul para seniman, pelajar dan pekerja sukarela untuk merayakan berakhirnya masa panen raya padi. Bersama-sama mereka membangun patung-patung raksasa yang terbuat dari jerami sisa panen padi dan mengumpulkannya dalam sebuah pameran seni rupa temporer.

Sebelum membuat patung jemari, diperlukan rangka kayu untuk membentuk patung dan untuk mengikat batang jerami. Foto: Wara Art Festival facebook/inhabitat.com

Sebelum membuat patung jemari, diperlukan rangka kayu untuk membentuk patung dan untuk mengikat batang jerami. Foto: Wara Art Festival facebook/inhabitat.com

Niigata sendiri merupakan sebuah wilayah di Jepang yang terkenal akan hasil padinya yang berkualitas. Nasi yang terbuat dari padi Niigata terkenal lezatnya. Tidak hanya itu, Niigata juga menjadi magnet untuk banyak turis pada musim gugur. Mereka berkunjung untuk menyaksikan Festival Wara Art yang sangat populer itu.

Untuk perayaan Festival Wara Art tahun ini, patung jerami yang dibuat antara lain T-Rex yang sedang mengaum, Triceratops, belalang sembah, bahkan bebek yang sedang berenang. Sedangkan pada tahun sebelumnya, para seniman di sana membuat karya-karya seperti gorila, pegulat sumo, hingga monster mirip yeti dengan mulut sebesar gua yang bisa dimasuki orang.

Foto: amymauscd/inhabitat.com

Foto: amymauscd/inhabitat.com

Setiap karya dimulai dengan membuat rangka kayu. Kemudian para seniman menempelkan jerami ke rangka kayu tersebut dengan memakai teknik yang sama seperti membuat atap rumah. Patung-patung ini berlokasi di taman Uwasekigata dan akan tetap berada di sana sampai awal bulan November 2015.

Penulis: NW/G15

Top
You cannot copy content of this page