Peneliti Sulap Plastik PET dari Sungai Menjadi Pakaian

Reading time: 2 menit
Bahan pakaian ini berasal dari plastik PET. Foto: Material Districk

Terbayangkah pakaian terbuat dari plastik yang ada di sungai? Bukti ini bisa menjawab pertanyaan itu. Saat ini para peneliti di Dutch Saxion University of Applied Sciences mengembangkan pakaian pertama berbahan plastik PET dari sungai lokal.

Tujuannya untuk membuat produksi pakaian lebih berkelanjutan dengan menggunakan plastik yang sulit terdaur ulang.

Mereka mengawali pembuatan pakaian berbahan plastik ini dengan mencari botol PolyEthylene Terephthalate (PET) dari sungai dekat kota Zwolle di Belanda. Hingga berujung di tahap garmen. 

Untuk tujuan ini, Saxion bekerja sama dengan Clear Rivers, yang concern membersihkan sungai. Mereka kemudian memilah plastik PET dan selanjutnya mereka parut, bersihkan dan keringkan.

Dengan memanfaatkan smelt spinning, bahan tersebut mereka ubah menjadi benang. Secara molekuler bahan ini sama dengan apa yang kita kenal sebagai poliester karenanya cocok untuk pakaian.

Setelah proses pemintalan, benang mereka tenun menjadi kain di pabrik tenun di Enschede, Belanda, A.C. ter Kuile.

Plastik PET Sulit Terdaur Ulang

Dalam proyek tersebut, para peneliti memanfaatkan plastik PET untuk bahan benang dan kancing pakaian. Terdiri dari 25 % benang PET yang bersumber dari sungai IJssel dekat Zwolle. Lalu 75 % sisanya saat ini adalah kapas. Kendati demikian, proporsinya dapat dengan mudah mereka ubah menjadi 50/50.

Saxion bermitra dengan perusahaan lokal untuk mengoptimalkan sistem pemisahan, pembersihan hingga penggunaan kembali plastik untuk mendaur ulang plastik yang sulit terdaur ulang tersebut.

Mikroplastik di Alam

Membuat pakaian dari plastik berdinding tipis, seperti PET adalah salah satu bagian dari proyek yang lebih besar dalam Post-use Plastic Foil Solutions.

Terkait hal itu, Saxion bermitra dengan perusahaan lokal mengoptimalkan sistem untuk memisahkan, membersihkan, dan menggunakan kembali plastik berdinding tipis dan mendaur ulangnya.

Kendati demikian, pakaian berbahan plastik PET itu akan melepaskan serat mikro yang terbuat dari plastik yaitu mikroplastik, ke lingkungan saat proses pencucian.

Mikroplastik telah ditemukan di palung terdalam di lautan, pada hewan, dan bahkan di darah dan paru-paru manusia. Walaupun begitu, pakaian berbahan kapas juga bisa jadi menyebabkan masalah lingkungan dan sosial.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber: materialdistrick.com

Top

You cannot copy content of this page