Peneliti Swedia Ciptakan Tekstil dari Limbah Roti

Reading time: 2 menit
Peneliti Swedia berhasil mengubah limbah roti menjadi bahan tekstil. Foto: AZO Materials

Seorang peneliti asal Swedia, Akram Zamani, berhasil menghadirkan solusi yang tidak biasa untuk menangani permasalahan limbah makanan dan limbah tekstil. Peneliti yang juga merupakan dosen senior di Universitas Borås tersebut telah menciptakan teknologi yang mampu mengubah limbah roti menjadi tekstil. Wow!

“Kami menemukan bahwa mayoritas limbah makanan di negara ini berasal dari roti. Bertolak dari fakta tersebut, kami tertarik untuk mengubah limbah roti menjadi sesuatu yang baru,” tutur Akram dalam situs resmi Universitas Borås.

Akram mulai mengembangkan teknologi ini sejak tahun 2019 silam. Ia menjelaskan bahwa limbah roti dapat menghasilkan jamur berfilamen yang berpotensi untuk diolah kembali menjadi tekstil. Ketika permukaan roti telah tertutupi oleh jamur, Akram akan mengambil serat dari jamur tersebut dan mengolahnya hingga menjadi lembaran tekstil.

“Kami mendapatkan pasokan roti dari toko bahan makanan lokal. Sisa dari roti yang sudah kami sisihkan dari jamur akan kami manfaatkan kembali menjadi pakan ternak. Tidak ada bahan yang tersisa dan terbuang sia-sia,” kata Akram.

Jamur dari limbah roti akan menghasilkan lembaran tekstil dengan tekstur dan sifat yang menyerupai kulit hewan. Untuk meningkatkan kualitas tekstil, Akram menambahkan beberapa zat tambahan berbasis bio seperti gliserol dan plasticizer.  Penambahan zat tersebut dapat menambah daya tahan dan elastisitas dari tekstil yang Akram ciptakan.

Akram menyadari bahwa tekstil berbahan dasar roti sisa ciptaannya memiliki potensi yang besar untuk menjadi tekstil alternatif pengganti kulit hewan. Maka dari itu, ia berharap bahwa tekstil ciptaannya dapat segera beredar secara luas dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan.

Limbah Roti Ancam Keselamatan Lingkungan

Upaya Akram untuk menciptakan tekstil dari roti sisa rupanya dapat menyelamatkan lingkungan dari berbagai ancaman. Sedikit demi sedikit, Akram mampu mengurangi penumpukan roti sisa di negara tersebut. Perlu Sobat Greeners tahu, Swedia menghasilkan sekitar 80.400 ton limbah roti di tiap tahunnya.

Limbah makanan, termasuk limbah roti, memiliki andil yang besar terhadap produksi emisi gas rumah kaca. Umumnya, limbah makanan menghasilkan sekitar 8 hingga 10 % emisi gas rumah kaca global. Jika terus terabaikan begitu saja, tumpukan makanan yang membusuk dapat menyebabkan berbagai dampak serius seperti pemanasan global, pemborosan air, hingga kerusakan keanekaragaman hayati.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Situs Resmi Universitas Borås

AZO Materials

Top
You cannot copy content of this page