Prancis Larang Penggunaan Kemasan Plastik Untuk Buah dan Sayuran

Reading time: 2 menit
Prancis semakin meninggalkan kemasan plastik sekali pakai guna kurangi sampah. Foto: Livekindly

Pada awal 2022 mendatang, pemerintah Prancis akan menetapkan peraturan yang melarang penggunaan plastik sekali pakai untuk mengemas buah dan sayuran. Adapun peraturan tersebut tercantum dalam undang-undang baru yang telah disahkan pertama kali pada Februari 2020 lalu.

Mengutip dari Livekindly, Kementerian Lingkungan Prancis telah menentukan jenis buah dan sayuran apa saja yang harus terbebas dari penggunaan plastik. Terdapat 30 macam buah dan sayur yang harus dijual secara segar mulai 2022, di antaranya yaitu jeruk, apel dan terung. Pada tahun 2023 hingga 2026, buah-buahan dan sayuran lain seperti tomat ceri, kacang hijau, beri dan jamur juga harus terbebas dari penggunaan kemasan plastik.

Pemerintah Prancis beranggapan bahwa larangan tersebut dapat secara signifikan mengurangi produksi sampah plastik nasional. Mereka meyakini bahwa larangan penggunaan plastik untuk mengemas buah dan sayuran dapat mengurangi produksi sampah plastik di negara tersebut hingga 1 miliar keping per tahun.

Prancis Makin Meninggalkan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Tidak hanya melarang penggunaan kemasan plastik untuk buah dan sayuran, Prancis juga melarang penggunaan plastik sekali pakai untuk produk-produk lainnya. Sejak awal tahun 2021, negara yang identik dengan Menara Eiffel tersebut telah melarang penggunaan sedotan plastik, gelas sekali pakai, alat makan sekali pakai, serta wadah styrofoam.

Perusahaan Kereta Api Nasional Prancis (SNCF) pun kini telah mengambil tindakan guna mengurangi produksi sampah plastik. Saat ini mereka tidak lagi menjual air minum dalam kemasan botol plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, mereka akan menyediakan air minum dalam kemasan yang reusable dan recyclable seperti wadah aluminium.

Pada tahun 2022 mendatang, pemerintah Prancis juga berencana untuk menyediakan keran air minum di seluruh ruang publik guna mengurangi penggunaan botol plastik. Selain itu, pemerintah juga akan melarang penjualan mainan plastik gratis di setiap restoran cepat saji.

Sebagai informasi, hingga saat ini Prancis memproduksi sekitar 4,8 juta ton sampah plastik per tahun, dan 37 persennya berasal dari kemasan buah dan sayur. Meski demikian, hanya 16 persen dari jumlah tersebut yang didaur ulang kembali.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Livekindly

Top
You cannot copy content of this page