RoboCup Bantu Penderita Lumpuh Otak Tetap Terhidrasi

Reading time: 2 menit
Dua mahasiswa Texas dari sarjana teknik Rice University berhasil membuat sebuah robot bernama RoboCup. Foto: New Atlas
Dua mahasiswa Texas dari sarjana teknik Rice University berhasil membuat sebuah robot bernama RoboCup. Foto: New Atlas

Dua mahasiswa Texas dari sarjana teknik Rice University berhasil membuat sebuah robot bernama RoboCup. Robot tersebut bisa membantu penderita lumpuh otak (celebral palsy) mengakses minuman dengan mudah sesuai kebutuhan.

Rice University melansir kedua perancang robot tersebut adalah Thomas Kutcher dan Rafe Neathery. Gary Lynn, warga Houston setempat yang menderita celebral palsy mendekati Kutcher dan Neathery sehingga langsung mengembangkan penemuan tersebut. Kutcher berharap penemuan ini dapat menghilangkan kebutuhan akan bantuan perawat tambahan. 

BACA JUGA: Ilmuwan Inggris Buat Kecerdasan Buatan untuk Prediksi Kanker

“Kami ingin memungkinkan orang-orang dengan celebral palsy atau tantangan mobilitas serupa untuk dapat meminum air secara mandiri daripada harus bergantung pada bantuan pengasuh,” kata Kutcher. 

RoboCup Tersedia secara Gratis

RoboCup tersedia secara gratis. Tak hanya itu, buat siapa pun yang memiliki akses ke printer 3D dapat merakit RoboCup mereka sendiri. Caranya cukup dengan mengunduh instruksinya secara gratis di laman resmi Oshman Engineering Design Kitchen (OEDK).

RoboCup juga dapat dipasang di satu sisi kursi roda pengguna. Alat itu juga dapat menyesuaikan kebutuhan mobilitas mereka dengan sebaik-baiknya. Perangkat bertenaga baterai ini aktif melalui sensor jarak atau tombol, sesuai kebutuhan atau preferensi tiap pengguna.

Selain itu, RoboCup juga terhubung ke botol air atau termos di bagian bawah, dan tabung silikon di bagian atas. Sebuah poros berongga di dalam perangkat membentang dari tabung atau sedotan hingga ke botol, memungkinkan pengguna untuk menyedot air dari botol tersebut.

Dua mahasiswa Texas dari sarjana teknik Rice University berhasil membuat sebuah robot bernama RoboCup. Foto: PopSci

Dua mahasiswa Texas dari sarjana teknik Rice University berhasil membuat sebuah robot bernama RoboCup. Foto: PopSci

Lewati Banyak Revisi 

Sebelum Kutcher dan Neathery meluncurkan penemuannya itu, mulanya RoboCup masih belum sempurna. Para mahasiswa pus harus melalui banyak revisi sebelum menentukan desain mereka saat ini. 

Untuk mengoptimalkan alat agar bisa membantu sebanyak mungkin orang, mereka berbincang dengan banyak profesional perawat dan peneliti. Kutcher menjelaskan bahwa tenaga medis sangat menyukai proyek mereka dan mengonfirmasi potensinya. 

“Meski begitu, untuk menjangkau sebanyak mungkin orang, kami perlu menggabungkan lebih banyak opsi untuk membuat perangkat. Seperti berbagai jenis sensor, katup, dan mekanisme untuk memasang perangkat pada jenis kursi roda yang berbeda,” kata Kutcher dilansir Popular Science, Senin (16/10).

Pengguna Bisa Kendalikan RoboCup

New Atlas melansir bahwa meski alat tersebut sedang tidak digunakan, RoboCup dapat ditinggal dan dibuat tidak mengganggu bagi penggunanya. Apabila tiba untuk minum, pengguna dapat menyentuh sensor jarak inframerah atau menekan sebuah tombol. 

Untuk melakukannya, pengguna akan mengaktifkan servo bertenaga baterai di RoboCup, yang mengayunkan perangkat sehingga pengguna bisa menjangkau corong dengan mudah. Setelah pengguna selesai minum, sensor lain lewat atau penekanan tombol membuat RoboCup berayun mundur. 

BACA JUGA: Olah Rumput Laut Jadi Sabun dan Hand Sanitizier

“Sensornya dapat dipasang ke kursi roda melalui Velcro, sehingga pengguna bebas untuk memasangnya di mana pun yang paling nyaman,” kata Neathery. 

Walau pengaturan yang tersedia saat ini memenuhi kebutuhan Lynn, pengaturan ini juga dapat menyesuaikan mereka yang jarang menggunakan lengan tangannya.

“Kami belum berkesempatan menguji secara langsung pemicuan RoboCup dengan gerakan leher atau kaki. Namun, ini adalah sesuatu yang kami minati dan dapat dilakukan dengan menempatkan sensor atau tombol di tempat yang tepat,” sambungnya.

 

Penulis: Maula Sulthoni

Editor: Indiana Malia

Top