Serat Kapuk Kini Bisa Jadi Bahan Alami Pakaian

Reading time: 2 menit
Serat kapuk jadi bahan pakaian alami yang ramah lingkungan. Foto: Freepik

Mungkin belum banyak yang tahu kalau kapuk bisa sebagai serat. Selama ini kapuk dikenal hanya sebagai bahan pelindung atau isi produk interior dan fashion seperti kursi, pelampung tas, dan bantal.

Berbeda dengan kapas yang mampu menjadi bahan utama tekstil melalui pengolahan benang dan lembaran kain. Saat ini ada salah satu perusahaan yang telah memanfaatkannya menjadi pakaian. Bahan ini terbarukan dan berkelanjutan sehingga dapat terurai ke alam.

Apa itu Serat Kapuk?

Seperti namanya, serat ini berasal dari pohon kapuk yang bisa kita temukan di daerah tropis. Kalian mungkin telah akrab dengan sebutan kapas Jawa, ceiba dan kapas sutra. Serat ini diambil dari bunganya yang muncul sebagai polong besar berisi bulu saat pohon sedang mekar.

Selama masa panen, polong besar berisi bulu ini diambil kemudian diayak untuk mengeluarkan bijinya dan menyisakan serat kapuk yang ringan dan lembut. Sementara bijinya bisa menjadi minyak untuk pembuatan sabun.

Kapuk bukanlah serat baru. Bahkan, seluruh bagian pohonnya telah masyarakat gunakan secara turun-temurun. Namun, di tahun-tahun modern saat ini, serat ini biasanya untuk isian alami bantal hingga kain pelapis.

Bagaimana Pemanfaatannya?

Sebagai serat alami, kapuk merupakan alternatif yang sangat baik sebagai isi bantal berbahan poliester dan busa. Kelebihan lainnya yaitu biodegradable dan bisa kita cuci.

Tentree, baru-baru ini merilis lini pakaian berbahan dasar kapuk. Benang kapuk memiliki sifat yang unik, yaitu lebih rapuh. Hal ini menyebabkan tidak bisa langsung dapat dipintal menjadi serat kecuali dicampur dengan produk tanaman yang lebih tahan lama. Oleh karena itu, kapuk Tentree menggunakan kombinasi antara kapuk dan katun organik, termasuk kaos Kapok Colville.

Selain itu, kombinasi campuran kapuk dengan kapas berdampak signifikan mengurangi jumlah air selama pertumbuhan tanaman dan produksi. “Memproduksi empat kaos dengan campuran kapuk-kapas dapat menghemat 3.000 liter air,” lapor Tentree.

Pakaian berbahan serat kapuk. Foto: Inhabitat

Rantai Pasokan

Sebagai pohon yang melimpah dan subur secara alami, kapuk menawarkan keunikan rantai pasokan. Pohon ini tumbuh 13 kaki per tahun di bawah sinar matahari hingga mencapai ketinggian 164 kaki.

Pohon kapuk juga memiliki siklus produksi yang menarik mulai dengan merontokkan dedaunannya setelah musim hujan. Kemudian berbunga pada musim kemarau. Bahkan, pohon ini menyediakan sumber makanan untuk kelelawar, burung, lebah, dan penyerbuk lainnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber : Inhabitat

Top