Susu Kentang Diprediksi Akan Menjadi Tren di 2022

Reading time: 2 menit
Kentang ini akan menjadi olahan susu yang lezat dan banjir peminat di tahun 2022. Selain kaya nutrisi, susu kentang memiliki beban glikemik rendah. Foto: Shutterstock

Popularitas susu nabati pengganti susu sapi kini semakin meningkat. Saat ini terdapat begitu banyak pilihan susu nabati atau susu vegan yang tersedia di pasaran, seperti susu kedelai, susu almon dan susu oat. Namun pernahkah Anda menemukan susu nabati berupa susu kentang?

Seorang profesor dari Departemen Teknologi, Teknik dan Nutrisi Pangan Universitas Lund, Eva Tornberg, baru-baru ini telah mengembangkan teknologi emulsi yang mampu mengolah kentang hingga menjadi susu nabati yang lezat. Ia berhasil menciptakan susu nabati yang beraroma lembut dan bercita rasa creamy dari umbi tersebut. Susu tersebut Eva pasarkan dengan merek DUG melalui perusahaan Veg of Lund.

Eva menilai bahwa kehadiran susu kentang dapat memicu tren baru di tahun 2022, sama seperti susu oat di tahun ini. Saat ini semua orang menginginkan segala sesuatu yang bersifat lebih ramah lingkungan dan susu ini dapat memenuhi keinginan tersebut. Selain lezat, susu nabati ini juga dibuat secara berkelanjutan.

Proses pembuatan susu nabati yang satu ini hanya membutuhkan lahan dan air dalam jumlah yang sedikit. Tak hanya itu, proses pembuatannya pun minim akan jejak karbon.

“Jika Anda mulai mengonsumsi susu kentang, Anda telah mengurangi dampak iklim sekitar 75 persen dan menghemat penggunaan air hingga 56 kali lipat,” tulis Veg of Lund dalam situs resmi mereka.

Susu Kentang: Kaya Serat dan Nutrisi

Tak hanya berkelanjutan dan ramah bagi planet bumi, susu kentang DUG juga kaya akan nutrisi. Minuman tersebut tinggi akan kandungan serat, potasium, vitamin C, vitamin B6 dan juga magnesium. Selain itu, susu vegan ini juga mengandung beberapa kandungan nutrisi lain seperti fosfor, folat dan niasin.

Susu kentang DUG juga memiliki kandungan kalori yang cukup rendah, yakni 39 kalori per 100 mililiter susu. Ia juga mengandung beban glikemik (GL) yang rendah dan aman bagi gula darah. Siapapun bisa mengonsumsi susu alternatif yang satu ini tanpa terkecuali.

Sebagai informasi, saat ini susu kentang DUG telah dikembangkan dalam tiga varian yang berbeda yakni varian orisinal, non-gula dan juga varian khusus barista. Masing-masing varian susu dapat kita nikmati dengan cara yang beragam, baik itu diminum secara langsung atau diolah kembali menjadi makanan lain.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Inhabitat

Top
You cannot copy content of this page