Usaha Tiongkok Melawan Polusi dengan “Hutan Vertikal”

Reading time: 2 menit
tiongkok
Ilustrasi: tonic.vice.com

Menurut data World Health Organization (WHO) pada 2013, Tiongkok menjadi salah satu negara setelah India yang memiliki jumlah kematian tertinggi akibat polusi udara, yaitu sebanyak 910.000 jiwa. Jumlah tersebut diakibatkan oleh polusi udara sekitar yang dihasilkan oleh emisi pabrik, pembangkit listrik, transportasi, agrikultur, dan limbah rumah tangga.

Salah satu kotanya yakni Nanjing, merupakan kota industri berpenghasilan tinggi di bagian timur Tiongkok. Nanjing merupakan salah satu kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia, menempati urutan ke 28 menurut versi Greenpeace.

Tingginya tingkat polusi sampai pada tahap yang mematikan tersebut membuat Tiongkok memutar otak, salah satu caranya adalah membuat “hutan vertikal” di kota berpenduduk delapan juta tersebut. Tiongkok pun menggandeng arsitek Italia Stefano Boeri. Boeri telah berpengalaman dalam membangun “hutan vertikal”, seperti Bosco Verticale di Milan dan “hutan vertikal” yang direncanakan untuk Lausanne, Swiss.

Rencana Boeri adalah membangun kompleks dua menara yang mampu menyimpan 1.100 pohon dan 2.500 tanaman merambat yang mampu tumbuh dari atap dan balkon. Menara tersebut akan memiliki tinggi 200 dan 108 meter, yang didalamnya terdapat kantor, pertokoan, restoran, museum, sekolah, rooftop club, dan Hotel Hyatt.

Dilansir oleh Vice, “hutan vertikal” tersebut mampu menghisap 25 ton karbondioksida (CO2) tiap tahunnya dan memproduksi 60 kilogram oksigen dalam sehari. Namun pembangunan “hutan vertikal” ini juga bukan tanpa masalah. Lloyd Alter dari situs TreeHugger mengatakan jika pembangunan tersebut juga tidak akan lepas dari polusi.

“Dia [Boeri] bercerita jika bangunan tersebut mampu mengonsumsi karbondioksida dalam jumlah besar, tetapi ada jejak karbon yang juga besar tertinggal setelah konstruksi bangunan semacam ini,” ujar Alter seperti dikutip Vice. “Harus ada yang mengkalkulasi berapa dekade yang dibutuhkan sebelum hutan tersebut bisa berguna.”

Menara tersebut bisa saja lebih berguna bagi lingkungan jika dibangun sebagai apartemen. Menurut Alter, unit-unit perumahan seperti ini mampu mengurangi beban masyarakat Nanjing yang harus bepergian sehingga mengurangi polusi kendaraan. Sayangnya, menara tersebut hanya dijadikan sebagai objek turis dengan Hyatt sebagai fokus utamanya.

Penulis: MFA/G41

Top
You cannot copy content of this page