Miss Earth Indonesia 2013; Nita Sofiani

Reading time: 2 menit

Pada tanggal 18 Oktober 2013 lalu, perjalanan hidup Nita Sofiani berubah. Pada hari itu, ia dinobatkan menjadi Miss Earth Indonesia 2013 setelah berhasil menyisihkan 28 perempuan cantik lainnya yang turut berpartisipasi. Dengan gelar sebagai ‘nona bumi’, ia diharapkan peduli terhadap berbagai isu lingkungan yang semakin beragam dan mendesak untuk disuarakan.

Nita, sapaan akrabnya, mengaku diwajibkan menjadi role model untuk menyosialisasikan tentang pentingnya untuk mencintai lingkungan. Selain itu, ia juga menjalankan kampanye pribadi. Apa itu? “Kampanye pribadi Saya adalah diet kantong plastik. Kemanapun Saya pergi harus selalu membawa reusable bag (kantong yang dapat digunakan berulang kali, Red.). Mulai menolak plastik yang ditawarkan ketika sedang berbelanja,” tulisnya dalam wawancara dengan Greeners melalui surat elektronik, (26/03) lalu.

Menurut perempuan kelahiran Bandung ini, diet plastik yang ia lakukan merupakan sumbangsihnya untuk mengurangi jumlah sampah yang semakin membludak namun pengelolaannya masih sangat kurang. “Sampah di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Yang menjadi penyebab paling utama adalah tingkat kesadaran orang yang belum mengerti akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, padahal sampah bukan lagi isu baru yang diangkat,” jelasnya.

Tidak adanya komitmen dan kesadaran akan dampak sampah yang dibuang sembarangan, dijelaskan Nita, membuat masalah sampah tidak hanya menjadi isu lingkungan di Jakarta, melainkan sudah menyebar ke berbagai kota lain di Indonesia.

Untuk menuntaskan misinya, Nita sudah dipersiapkan dengan berbagai program. Diantaranya, menggalakkan edukasi untuk menyadarkan masyarakat akan isu sampah. Perempuan berparas ayu ini bahkan secara langsung mendatangi sekolah dan komunitas di berbagai daerah. Ia juga menggunakan media sosial untuk mengedukasi tentang dampak sampah dan mengingatkan pentingnya memilah sampah. “Karena kita tidak punya planet bumi ke dua,” tegasnya.

Selain rajin membawa kantong belanja sendiri, anak kedua dari pasangan Herman Jojo Hidayat dan Rina Agustianti ini terbiasa menggunakan bagian belakang kertas yang masih kosong untuk menulis draft atau contoh cetak. Ia juga rajin membawa botol air minum sendiri. “Jadi enggak perlu membeli air minum kemasan lagi saat bepergian, jadi bisa menghemat penggunaan botol plastik.”

Tidak pernah takut untuk bermimpi tinggi menjadi moto perempuan kelahiran 22 tahun lalu ini. Sejalan dengan motonya, Nita berkeinginan membuat sekolah berbasis ramah lingkungan atau, ia istilahkan, eco school. “Eco school adalah sekolah dimana kurikulumnya berbasis ramah lingkungan dan menerapkan kepada siswa dan siswinya untuk mencintai lingkungan,” paparnya.

Untuk Sobat Greeners, ia berpesan, “Ayo, cintai lingkungan. Semua dimulai dari diri sendiri. Kita berasal dari alam dan semua akan saling berkesinambungan dengan alam. Apakah kita akan menghancurkan alam dan bumi tempat kita hidup? Before you act, think twice to save our only mother earth!

(G08)

Top
You cannot copy content of this page