Peduli Bandung Bersama Komunitas Bandung Share to Care

Reading time: 2 menit
Komunitas Bandung Share to Care. Foto: dok. Bandung Share to Care

Bandung (Greeners) – Berbagai permasalahan, baik sosial, ekonomi, lingkungan hidup, dan lainnya yang terjadi di tengah masyarakat tidak bisa dihindari. Perlu adanya rasa kepedulian yang tinggi untuk mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Diantara orang-orang yang peduli, ada Bandung Share to Care yang hadir bagi masyarakat Bandung. Komunitas ini beranggotakan mahasiswa dan pekerja di Kota Bandung.

“Anggota yang resmi tercatat sekarang ada 63 orang, itu belum termasuk dengan partisipan dari komunitas lainnya,” ungkap Egi Yuda Permana, Koordinator Bandung Share to Care saat berjumpa Greeners di Taman Balai kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Adhuy ini menjelaskan bahwa komunitas Bandung Share to Care muncul dengan rasa semangat kerelawanan, tolong menolong, dan memiliki suatu pemahaman akan pentingnya saling peduli dan berbagi. Hal itu dilatarbelakangi oleh musibah longsor akibat ledakan pipa gas di Pangalengan, Kabupaten Bandung beberapa bulan silam.

“Komunitas ini kami bentuk secara tidak sengaja saat terjadi musibah longsor di Pangalengan. Kami tergerak untuk peduli dan berbagi dengan semangat jiwa kerelawanan dan tolong-menolong,” ujarnya.

Komunitas Bandung Share to Care. Foto: dok. Bandung Share to Care

Komunitas Bandung Share to Care. Foto: dok. Bandung Share to Care

Bukan hanya tanggap pada suatu peristiwa, dari penuturan Adhuy, komunitas yang baru menginjak usia dua bulan ini, tak pernah absen mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan sosial. Komunitas ini pun selalu berupaya mengadakan kegiatan sosial, seperti membantu korban bencana alam, penggalangan dana, treatment healing dan berbagi makanan takjil di jalan raya.

“Kami juga mencoba untuk berkolaborasi dengan komunitas lain dalam melakukan penggalangan dana. Belum lama ini kami berkolaborasi dengan salah satu stasiun radio di Bandung untuk berbagi takjil di daerah Kopo,” katanya.

Melihat kejadian alam dan berbagai masalah sosial yang terjadi di Indonesia khususnya Jawa Barat, membuat Adhuy berharap semakin banyak orang yang peduli dan berbagi. Menurut Adhuy, dengan peduli saja tidak akan berarti bila tanpa berbagi.

“Warga Bandung tidak hanya peduli terhadap sesama saja, tetapi harus berbagi. Tidak hanya berbagi, tetapi juga harus peduli terhadap peristiwa atau musibah yang terjadi di sekitar kita,” katanya berharap.

Mahasiswa sastra di salah satu universitas di Bandung ini menambahkan bahwa semua anggota Bandung Share to Care rutin berkumpul setiap Kamis sore. Namun, selama bulan Ramadhan ini jadwal berkumpul diubah menjadi setiap Jumat sore.

Bandung Share to Care berbagi informasi melalui akun twitter @Bandung2Care dan facebook Bandung Share to Care.

Penulis: ANP/G32

Top
You cannot copy content of this page