Lawalata IPB Aktif Berpetualang untuk Selamatkan Lingkungan

Reading time: 2 menit
Aktivitas Lawalata IPB dalam melestarikan lingkungan. Foto: IPB

Jakarta (Greeners) – Sejak tahun 1974, Perkumpulan Mahasiswa Pencinta Alam Institut Pertanian Bogor (Lawalata IPB) menjadi wadah mahasiswa IPB untuk mengekspresikan jiwa di alam bebas. Melalui banyak kegiatan di berbagai bidang, komunitas ini telah berdedikasi menyelamatkan lingkungan hidup di Indonesia.

Mereka bukan sekadar petualangan di alam bebas saja, melainkan fokus bergerak dalam lingkungan hidup. Visi yang ditanamkan oleh Lawalata IPB yaitu menjadi penggerak, dalam upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan melalui partisipasi aktif di alam terbuka.

Dalam menjalankan kegiatan, mereka memiliki beberapa minat kelompok. Minat tersebut meliputi manusia lingkungan, gunung hutan, flora fauna, panjat tebing, Lawalata Cave Division, dan tirta atau air. Keenam kelompok ini memiliki kegiatan yang berbeda.

Misalnya pada kelompok manusia lingkungan, salah satu kegiatannya mengeksplorasi masyarakat adat. Lalu, melakukan edukasi akademik lingkungan dan membuat kompos.

Ketua Divisi Eksternal Lawalata IPB, Andri Ahmad Mukarom mengatakan, dalam menjalankan kegiatan, para anggota tidak hanya memberikan edukasi. Namun, banyak juga yang bisa dipelajari dari masyarakat adat setempat.

“Kegiatan di kelompok manusia lingkungan yaitu mengunjungi masyarakat adat. Ketika di sana, kita yang belajar ke masyarakat adat misalnya belajar cara penanaman padi hingga panen,” kata Andri kepada Greeners, baru-baru ini.

Ekspedisi Lawalata IPB untuk Selamatkan Lingkungan

Komunitas pencinta alam yang beranggotakan generasi muda ini telah mengembangkan program ekspedisi lintas pulau. Program ekspedisi dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan di lingkungan.

Ekspedisi Lawalata IPB merupakan penelitian yang rutin mereka lakukan setiap tahun. Melalui kegiatan ini, para anggota akan menghasilkan sebuah karya ilmiah sebagai pendataan bagi pemerintah setempat dan membantu penelitian selanjutnya.

Salah satu ekspedisi yang berhasil adalah penelitian tentang hewan anoa yang terancam punah di Sulawesi. Demi menyelamatkannya, Lawalata IPB terlibat dalam membantu Taman Nasional Gandang Dewata dengan mengkaji studi populasi dan sebagainya.

“Ini salah satu penerapan kami atau aksi kami untuk membangun lingkungan hidup lebih baik lagi,” ungkap Andri.

Saat ini, Lawalata IPB pun sedang merancang tiga ekspedisi lanjutan yaitu dalam bidang maritim dan pendataan keanekaragaman hayati di Maluku Utara.

Lawalata IPB. Foto: IPB

Tanamkan Prinsip Scientific Adventure

Sebagai komunitas pencinta alam terbaik, Lawalata IPB terus menanamkan prinsip scientific adventure. Prinsip ini artinya selama anggota aktif berkegiatan, harus menghasilkan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi Lawalata IPB, masyarakat, dan pemerintah setempat.

“Ketika membawa nama Lawalata IPB dalam berkegiatan, minimal harus ada scientific untuk dilaporkan. Sebab, setiap berkegiatan harus ada outputnya,” ucap Andri.

Berkat kiprahnya hingga saat ini, Lawalata IPB telah mengantongi penghargaan. Tahun 2016, Lawalata IPB meraih penghargaan sebagai kelompok pecinta alam terbaik pertama nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Top