Jakarta (Greeners) – Semangat memperingati Hari Kemenangan (Victory Day) 9 Mei terwujud dalam aksi menanam mangrove. Kegiatan “Garden of Memory: From Moscow To Jakarta” berlangsung di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta, Minggu (10/5).
Kegiatan ini merupakan kerja sama Generasi Energi Bersih Indonesia bersama Yayasan Indonesia Bebas Emisi dan Russian House Jakarta, dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Melalui kegiatan ini, peserta menanam 100 bibit mangrove. Para peserta terdiri dari perwakilan pemerintah, komunitas muda, organisasi lingkungan, hingga misi diplomatik. Penanaman mangrove menjadi simbol kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan krisis iklim yang semakin nyata.
Bagi penyelenggara, peringatan Victory Day tidak hanya menjadi seremoni sejarah, tetapi juga pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari aksi kolektif. Semangat tersebut diterjemahkan melalui penanaman mangrove sebagai “monumen hidup” yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Direktur Russian House Jakarta, Nikita S. Shilikov mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan dampak ganda, yaitu membantu menyelamatkan bumi sekaligus melestarikan pohon-pohon langka.
“Menurut pandangan saya, sangat penting bagi kita semua untuk bekerja sama dalam menciptakan tempat yang benar-benar ingin kita sebut sebagai rumah, sekaligus membangun dunia yang lebih baik,” ujar Nikita.
Ruang Kolaborasi
Kegiatan “Garden of Memory: From Moscow To Jakarta” juga menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda. Mereka bisa terlibat langsung dalam aksi iklim. Selain penanaman mangrove, acara turut menghadirkan pertunjukan budaya Betawi Palang Pintu sebagai simbol penyambutan dan persahabatan lintas budaya.
Peserta juga menerima Sertifikat Penyerapan Karbon dari Jejakkarbonku.id sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka terhadap lingkungan. Keterlibatan komunitas muda penting untuk mempercepat transisi menuju target net zero emissions Indonesia pada 2060 atau lebih cepat.
Ketua Nasional Generasi Energi Bersih Indonesia, Ilham Maulana, mengatakan aksi iklim harus dilakukan tanpa memandang batas negara. “Dari Moscow hingga Jakarta, kami mengirimkan satu pesan kepada dunia: aksi iklim tidak mengenal batas negara. Setiap mangrove yang kita tanam hari ini bukan hanya menjadi kenangan atas masa lalu, tetapi juga janji untuk masa depan,” ungkap Ilham.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia











































