Alliance Galang Kolaborasi Atasi Sampah Plastik

Reading time: 2 menit
Sampah plastik ke laut masih jadi masalah serius. Foto: Freepik

Jakarta (Greeners) – Permasalahan sampah plastik di Indonesia harus menjadi perhatian bersama. Indonesia menghasilkan sampah sebesar 6,8 juta per tahun. Sebanyak 4,8 juta ton atau 70 persennya tak terolah.

Indonesia sebelumnya telah menargetkan mengurangi pembuangan sampah plastik ke laut hingga 70 persen pada tahun 2025. Target tersebut memerlukan kerja sama dan komitmen berbagai pihak untuk mewujudkannya.

Head of Corporate Communications Alliance to End Plastic Waste Tania Tan menyatakan, perlu kerja sama semua pihak, termasuk industri, NGO, pemerintah hingga masyarakat untuk mengejar target tersebut.

Alliance hadir berkolaborasi mengumpulkan perusahaan-perusahaan untuk bekerja sama membantu mengatasi permasalahan sampah di Indonesia.

“Karena kita tahu pemerintah tidak mungkin bisa mengurangi sampah 70 persen di tahun 2025 sendiri,” katanya dalam media briefing, di Jakarta, Selasa (1/11).

Tak sendiri, Alliance berkolaborasi dalam program Bersih Indonesia untuk mengatasi sampah plastik. Kolaborasi ini bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Pemerintah Kabupaten Malang.

Targetkan 60 % Daur Ulang

Alliance sebelumnya ikut berkontribusi membangun sistem manajemen pengolahan sampah untuk 160.000 masyarakat di Jembrana, Bali pada tahun 2021. Tak hanya itu, Alliance juga mendorong komunikasi dengan masyarakat sekitar tentang keuntungan pemilahan, pemrosesan dan daur ulang sampah.

Tak hanya itu, Alliance juga berkontribusi pada 2,6 juta masyarakat di Kabupaten Malang membuat sejumlah fasilitas mulai dari pemrosesan sampah hingga penyortiran. Program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan persampahan terintegrasi dan beroperasi penuh pada tahun 2025 nanti.

Adapun fasilitasnya yaitu lima fasilitas tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) serta empat Stasiun Peralihan Antara (SPA).

“Dipilihnya Malang karena di sini dekat dengan destinasi wisata unggulan di Indonesia,” imbuhnya.

Nantinya, berbagai program ini targetnya dapat mengalihkan lebih dari 50.000 ton sampah plastik setiap tahunnya. Bahkan tingkat daur ulang lebih dari 60 persen. Sistem ini juga harapannya dapat menciptakan 3.000 lapangan pekerjaan baru.

Alliance menjelaskan programnya kepada media. Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Dukung Indonesia Bebas Sampah Plastik

Lebih lanjut Tania menegaskan, setidaknya terdapat tiga hal penting yang menjadi komitmen Alliance. Komitmen itu antara lain meningkatkan manajemen sampah di Indonesia, berkontribusi penyediaan dana untuk membantu menyalurkan investasi pembangunan pemrosesan sampah diikuti edukasi ke masyarakat. Terakhir, menyediakan keahlian teknik terkait pengelolaan sampah.

“Kami sangat antusias untuk memulai program ini dan berharap dapat terus menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah pusat dan daerah. Serta mitra proyek kami dan sektor swasta, untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang dapat mendukung pencapaian target Indonesia bebas sampah plastik,” ucap Presiden dan CEO Alliance Jacob Duer.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top