Indonesia RECP Forum & Expo 2017 Ajak Pelaku Industri Realisasikan SDGs

Reading time: 2 menit
recp
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah KLHK Ilyas Asaad (kelima dari kiri) membuka Indonesia Resource Efficient and Cleaner Production (RECP) Forum & Expo. Acara ini berlangsung pada 26-29 April 2017 di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Foto: greeners.co/Ayu Ratna Mutia

Jakarta (Greeners) – Pemborosan penggunaan sumber daya dan sistem produksi di dalam industri yang tidak memperhatikan lingkungan mendorong banyak negara untuk melakukan tindakan. Oleh karena itu, sebagai kelanjutan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Rio+20 pada tahun 2012, para pemimpin dunia dalam United Nations Sustainable Development Summit pada tahun 2015 telah menyepakati Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai wujud nyata penerapan SDGs khususnya poin 12 yaitu tentang konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perindustrian dan Pusat Produksi Bersih Nasional (PPBN) menyelenggarakan Indonesia Resource Efficient and Cleaner Production (RECP) Forum & Expo pada 26-29 April 2017.

Dalam rangkaian acara yang berbentuk forum diskusi dan pameran ini, para pelaku industri dilibatkan untuk berkomitmen dalam realisasi SDGs. Komitmen yang dimaksud adalah untuk menjalankan produksi yang lebih bersih dan efisien sumber daya. Untuk menjalankan komitmen tersebut, dibuatlah Pembaharuan Pusat Produksi Bersih Nasional (PPBN) dan Perhimpunan Ahli Sumber Daya dan Produksi Bersih (PAESPBI) yang bertujuan untuk menyokong program-program penerapan poin ke-12 SDGs tersebut.

Acara yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Bumi ini terbuka untuk umum dan dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakili oleh Ir. Ilyas Asaad, M.P., M.H., Staff Ahli Hubungan antar Lembaga, Pusat dan Daerah. Dalam sambutannya, Ilyas menjelaskan rangkaian forum dan diskusi yang akan diselenggarakan.

“Dari kegiatan ini, yang pertama yang kita diskusikan adalah bagaimana efisiensi sumber daya alam di dalam industri. Yang kedua adalah efisiensi itu bisa kita gunakan untuk mengurangi aspek pencemaran hutan dan lingkungan, dan ketiga adalah adanya output yang dihasilkan. Jadi tiga ini merupakan suatu rangkaian, yang nantinya dikukuhkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-12,” jelas Ilyas.

Ilyas berharap agar hasil dari forum diskusi ini dapat menjadi suatu kebijakan yang dapat diimplementasikan dan juga sebagai titik awal pemahaman bagi pihak bisnis, industri dan pemangku kepentingan lain untuk menerapkan komitmen RECP di dalam pembangunan dalam berbagai disiplin.

“Di dalam pemanfaatan sumber daya alam, semuanya berdasarkan konstitusi di negara kita. Dimandatkan bahwa undang-undang ekonomi itu dilakukan dengan pendekatan berwawasan berkelanjutan dan lingkungan, pada UUD 1945 pasal 33 ayat 4,” tambahnya.

Sebagai informasi, dalam acara pembukaan Indonesia RECP Forum & Expo ini juga diadakan beberapa agenda lain yaitu peluncuran CD dan Buku “Anak Tepian Sungai” karya Oppie Andaresta. Selain itu, juga diadakan peluncuran maskot dari Sustainable Consumption and Production (SCP) yang diberi nama Tejo (Teman Hijau).

Tejo digambarkan sebagai seorang laki-laki berumur 20 tahun. Ia pahlawan bagi lingkungan. Tejo memiliki semangat kolaborasi, komunikasi dan juga aktif melaksanakan SDGs. Di dalam perkenalannya tersebut, Tejo memberi contoh nyata yang sederhana terkait keberlanjutan.

“Mau keren seperti Tejo? Yuk terapkan beberapa hal ini: yang pertama, refill tumbler kerenmu. Yang kedua, menghemat kertas. Yang ketiga, cek sampah. Ayo peduli! Coba lihat di sekitarmu, ada sampahkah? Yuk, pastikan semua sampah tersimpan pada tempat yang tepat. Kalau bawa makanan dari luar, pastikan makanan itu habis, ya. Terima kasih,” kata Tejo.

Penulis: Ayu Ratna Mutia

Top