Instalasi Panen Air Hujan Atasi Kesulitan Air Bersih di Lokasi Wisata

Reading time: 2 menit
Instalasi pemanen air hujan pengabdian masyarakat UI. Foto: UI

Jakarta (Greeners) – Tim pengabdian masyarakat (pengmas) Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) memasang instalasi pemanen air hujan (rainwater harvesting) untuk memasok air bersih di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kondisi lingkungan alam yang gersang, kering, dan sering mengalami krisis air, menggugah tim pengmas untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat setempat. Hal ini harapannya dapat mengatasi kesulitan air bersih di kawasan wisata.

Pemasangan instalasi pemanen air hujan ini ada di dua lokasi, yaitu Dusun Kampung Lenteng dan Kampung Lobo Usu, Desa Golobilas. Bantuan ini pun sejalan dengan tujuan ke-6 Sustainable Development Goals (SDGs). Yaitu dengan memastikan akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat.

Kepala Dusun Kampung Lenteng dan Soknar Desa Golomori, Abdul Rajak, dan Imam Masjid Zihadul Qaromah Kampung Lobo Usu Desa Golobilas, Jafar, merespon positif bantuan tersebut. Mereka berpendapat, instalasi pemanen air hujan itu sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Sebelumnya, pada tahun 2021, beberapa dosen SIL UI berkesempatan mengunjungi Labuan Bajo. Kunjungan ini untuk merencanakan kerja sama dengan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Sejumlah Tempat Kesulitan Air Bersih

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina menyebut, pemasangan instalasi di Lenteng dan Soknar Desa Golomori tepat. Sebab lokasi tersebut masih lahan otorita BPOLBF dan dekat dengan kawasan ekonomi khusus.

“Desa Warloka, Golobilas, dan di Pulau Papa Garang, Pulau Rinca juga susah air, karena mereka membeli air dari Labuan Bajo kota,” kata Shana.

Sekretaris BAPPEDA Manggarai Barat, Jhon Valbis mengatakan, Kampung Lobo Usu Desa Golobilas, sebenarnya memiliki kuantitas airnya banyak, tapi kualitasnya buruk.

Setelah adanya instalasi pemanen air hujan di lokasi tersebut, akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Alhasil, akan membawa efek positif untuk mempromosikan potensi wisata daerahnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat UI di Labuan Bajo. Foto: UI

Optimalkan Air Hujan

Ketua Tim Pengmas SIL UI Hayati Sari Hasibuan berharap kerja sama ini dapat Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat maupun BPOLBF lanjutkan dengan bermitra bersama UI sebagai tim teknis.
Ia menambahkan, sistem pemanen air hujan tersebut berasal dari air hujan (alam) yang akan selalu tersedia dalam sebuah siklus.

Dosen SIL UI Ahyahudin Sodri menjelaskan, melalui sistem pemanen air hujan, harapannya ada perubahan pola pikir terkait fungsi alat yang dapat berfungsi saat musim hujan.

“Mulailah dengan berpikir bagaimana untuk mengoptimalkan air hujan yang ada saat musim hujan. Sehingga tidak terjadi kelebihan air yang tidak terpakai saat musim hujan,” imbuhnya.

Foto: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page