Japlas Creative Workshop; Waktunya Kreatif Dengan Plastik

Reading time: 2 menit

Bandung (Greeners) – Plastik sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari. Sifatnya yang fleksibel dengan mudah menggantikan bahan lain, seperti kayu hingga metal. Kegunaannya pun sangat beragam, contohnya saja pembungkus makanan. Pembungkus berbahan plastik umumnya akan berakhir di tempat pembuangan sampah atau terserak di tempat yang tidak seharusnya, seperti di jalan atau kali.

Untuk menunda plastik langsung menjadi sampah, Sekolah Hijau Lestari mengadakan workshop daur ulang plastik. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari acara Jatinangor Tanpa Plastik (Japlas) di Bale Santika, Universitas Padjajaran, Bandung pada Kamis (05/06) sore.

“Kegiatan ini hanya untuk menunda bungkus-bungkus plastik itu menjadi sampah saja. Sebagai konsumen, kita mesti berupaya untuk mengurangi penggunaan plastik. Semua dari hal yang kecil tapi menyebar lewat berbagi. Contohnya dengan mengkreasikan plastik menjadi barang yang berguna,” ujar Prapti Wahyuningsih, Perintis Sekolah Hijau Lestari.

 

Japlas_Creative_Workshop_Waktunya_Kreatif_Dengan_Plastik_2_Greeners

 

Ia menerangkan bahwa plastik yang mereka dapat merupakan sumbangan dari warga sekitar sekolah dan para sahabat Sekolah Hijau Lestari.

Workshop bertajuk Kreatif Dengan Plastik ini diikuti oleh peserta yang dibagi menjadi lima kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5-10 orang. Kegiatan ini dilakukan usai acara Jatinangor Tanpa Plastik Inspiring Session yang menghadirkan pembicara antara lain Nita Sofiani, Miss Earth Indonesia 2013, Anilawati Nurwakhidin dari Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi, dan Prapti Wahyuningsih dari Sekolah Hijau Lestari.

Dalam workshop tersebut, peserta diajarkan cara menganyam dan merajut sekitar 2800 lembar sampah plastik, seperti bungkus kopi, mie instan, dan deterjen untuk menjadi sebuah karya. Kreasi yang dihasilkan dari sampah tersebut berupa dompet, tas, dan gantungan kunci.

Semua peserta workshop nampak antusias mengikuti pelatihan yang berlangsung selama satu jam tersebut.

“Enggak nyangka, dari bungkus kopi bisa menjadi gantungan kunci yang lucu. Apalagi pengajar workshop adalah anak-anak dibawah usiaku,” ujar Fatimah Az-Zahra, mahasiswi semester 4 dari Fakultas Peternakan, Universitas Padjajaran.

(G32)

Komentar ditutup.

Top