Komunitas B2W Kampanyekan Let’s Pack A Lunch

Reading time: 2 menit
Komunitas Bike to Work luncurkan program "Let's Pack a Lunch" dan program "Let's Pack a Lunch 21 Days Challenge" di Modena Experience Center, Jakarta pada Selasa (23/02). Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Jakarta (Greeners) – Kebiasaan membeli makanan di luar tidak selalu baik. Pasalnya, kita tidak tahu proses pembuatan makanan yang kita beli untuk dikonsumsi tersebut. Membeli makanan di luar pun membuat kita mengeluarkan biaya lebih banyak ketimbang jika menyiapkannya sendiri di rumah.

Untuk mendukung gaya hidup yang lebih sehat, komunitas pekerja bersepeda terbesar di Indonesia, Bike to Work (B2W) dengan dukungan Modena, meluncurkan program “Let’s Pack a Lunch”. Program ini diharapkan akan menjadi kebiasaan yang sehat.

“Saya suka istilah ‘pack a lunch‘ karena kita sering membungkus makanan dari restoran padang. Tapi alangkah baiknya kalau kita membuat sendiri makanan kita dari rumah dan membawanya. Saya berharap ini menjadi kebiasaan yang sehat dan menjadi viral,” ujar Toto Sugito, Ketua Umum B2W saat meluncurkan program “Let’s Pack a Lunch” di Modena Experience Center, Jakarta pada Selasa (23/02).

Kampanye program "Let's Pack a Lunch" mengajak masyarakat membiasakan membawa bekal makan yang disiapkan di rumah. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Kampanye program “Let’s Pack a Lunch” mengajak masyarakat membiasakan membawa bekal makan yang disiapkan di rumah. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Pada kesempatan yang sama Robert Widjaja, Vice President of Customer Management Division Modena Indonesia, menyatakan dukungannya terhadap program ini. Ia berharap program ini akan membiasakan orang untuk membawa makanan dari rumah.

“Program ini bukan hal yang mudah mengingat masyarakat urban terbiasa dengan praktikalitas, namun dengan langkah kecil dan konsisten, kami yakin program ini merupakan awal yang baik untuk membawa perubahan,” ujarnya.

Tidak ketinggalan, pengusaha Sandiaga Uno mengingatkan bahwa dengan menjalankan program ini, kita juga turut membantu meminimalisir sampah makanan. “Menurut saya ini merupakan gerakan yang bagus karena ini juga akan menghemat makanan. Kita biasanya membuang-buang makanan, tapi dengan membuat makanan sendiri kita tahu seberapa banyak makanan yang akan kita makan dan kita tahu makanan apa yang kita suka,” katanya.

Program "Let's Pack a Lunch" menggandeng beberapa publik figur. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Program “Let’s Pack a Lunch” menggandeng beberapa publik figur. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Setelah peluncuran acara ini, diadakan pula program “Let’s Pack a Lunch 21 Days Challenge”. Program ini akan berlangsung selama periode 24 Februari 24 Maret 2016 dan akan diikuti oleh Agen Perubahan yang telah dipilih oleh komunitas Bike to Work. Selama 21 hari tersebut, Agen Perubahan diharapkan dapat menularkan kebiasaan membawa bekal dari rumah kepada orang-orang disekelilingnya.

“Ini akan menjadi tantangan 21 hari untuk membuat bekal makan sendiri, tidak hanya oleh anggota Bike to Work dan semua yang hadir di sini, tapi juga oleh semua orang. Sekali lagi ini merupakan kebiasaan yang sehat jadi let’s pack a lunch!” ajak Toto.

Anda dapat membantu menyebarluaskan kebiasaan membawa bekal ini dengan mengunggah foto bekal makan siang yang Anda buat di rumah melalui Twitter, Instagram dan Facebook dengan tagar #Letspackalunch.

Penulis: Renty Hutahaean

Top
You cannot copy content of this page