Kresek Man Kampanyekan Pengurangan Sampah dari Bungkus Rokok

Reading time: 2 menit
Aksi Kresek Man mengumpulkan sampah. Foto: Ramadani Wahyu/Greeners

Blitar (Greeners) – Di tangan Kresek Man, sampah yang tak berguna dan meresahkan dapat disulap menjadi karya seni lukisan yang indah. Hal ini menjadi pemandangan menarik dari peringatan 100 tahun Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Plosoarang, Kabupaten Blitar untuk mengampanyekan pengurangan sampah.

Sebuah baliho lukisan berukuran sekitar 250 meter x 360 meter terpampang memperlihatkan tujuh tokoh penting PSHT dalam balutan emas. Balutan emas tersebut adalah terbuat dari aluminium foil bungkus rokok. Sebanyak 1.500 aluminium foil bungkus rokok mampu membentuk tokoh-tokoh PSHT dan membentuk tulisan “Memayu Hayuning Bawono”.

Rekan Kresek Man, Uky Tantra menyatakan, selain menyuarakan peringatan hari ulang tahun ke 100 tahun, baliho tersebut menyuarakan kampanye aksi pengurangan sampah. Utamanya sampah aluminium foil bungkus rokok yang sulit didaur ulang.

“Kita sekaligus ingin mengkampanyekan melalui Memayu Hayuning Bawono ini agar kita harus berbuat baik pada semesta, Tuhan dan lingkungan,” katanya kepada Greeners, baru-baru ini.

Menurut Uky, tanggung jawab sampah tak hanya melekat pada pemerintah, tapi juga komunitas, seperti halnya PSHT. Ia melihat, bahwa permasalahan paling serius terkait sampah khususnya di daerah Plosoarang yakni terkait pemilahan sampah. Sejatinya dengan pemilahan yang tepat, tak ada sampah yang terbuang sia-sia, termasuk aluminium foil.

“Pemilahan itu penting. Kalau bungkus rokok bisa terpilah dari plastik, aluminium foil dan kertasnya maka itu akan memudahkan dalam daur ulang,” imbuhnya.

Baliho Ingatkan Masyarakat untuk Pilah Sampah

Baliho tersebut menjadi peringatan agar masyarakat semakin sadar akan sampah yang ada di lingkungan. Uky mengungkapkan, baliho tersebut harapannya mampu memacu masyarakat agar sadar untuk memilah sampah.

Untuk membuat lukisan tersebut, Uky dan kawan-kawan mengumpulkan sampah alumunium foil, setelah bersih, menempelkannya di atas papan dan menjadi media lukis. Tak hanya bergambarkan tujuh tokoh penting PSHT, tampak terlihat kegiatan silat di dalam lukisan tersebut.

Uky menyebut, butuh waktu kurang lebih satu hingga dua hari untuk mewujudkan lukisan tersebut. Sementara untuk pengumpulan aluminium foil bungkus rokok ia dan tim kumpulkan lebih dari dua minggu.

Melalui kegiatan ini masyarakat didorong untuk memilah sampah dan peduli lingkungan. Foto: Ramadani Wahyu/Greeners

Kresek Man Komunitas Peduli Pengurangan Sampah

Kresek Man merupakan komunitas sekaligus tokoh yang concern pada isu-isu pengurangan sampah plastik. Selain mengedukasi melalui aksi dan kampanye, hadirnya tokoh Kresek Man menjadi ikon perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah, khususnya di wilayah Blitar.

Sementara itu Ketua Rayon PSHT Plosoarang Ahmad Rojali menyatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dan pengabdian PSHT, khususnya terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Yang paling penting adalah bahwa PSHT itu tak sekadar latihan silat, tapi juga bertanggungjawab kepada lingkungan,” ucapnya.

Selain itu komunitas ini juga memiliki program terkait lingkungan yaitu aksi bersih-bersih di sekitar lingkungan rayon Plosoarang. Sebanyak sembilan desa tergabung dalam rayon ini, di antaranya daerah Kademangan dan Gedog. Hingga saat ini hampir 115 orang aktif dalam perguruan silat ini.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top
You cannot copy content of this page