Peduli Lingkungan, Ribuan K-popers Tolak K-Washing

Reading time: 3 menit
menyerukan merek-merek mewah seperti Chanel, Celine, Dior, dan Saint Laurent untuk berhenti melakukan K-washing. Foto: Kpop4Planet
menyerukan merek-merek mewah seperti Chanel, Celine, Dior, dan Saint Laurent untuk berhenti melakukan K-washing. Foto: Kpop4Planet

Jakarta (Greeners) – Pada hari pertama Paris Fashion Week (25/9), ribuan penggemar K-pop melakukan aksi di enam kota besar. Mereka menyerukan merek-merek mewah seperti Chanel, Celine, Dior, dan Saint Laurent untuk berhenti melakukan K-washing

K-washing bermakna menyembunyikan lemahnya komitmen iklim mereka di balik kekuatan bintang idola K-pop. Anggota dari Blink Official Indonesia, Jevon, menjelaskan bahwa BLACKPINK dikenal dengan advokasi lingkungannya pada COP26.

Kampanye Kpop4Planet bertujuan mendorong merek high fashion untuk berkomitmen dalam penggunaan 100% energi terbarukan di rantai pasok mereka pada tahun 2030. Selain itu, menetapkan target pengurangan emisi secara absolut sebesar 43-48% pada 2030. Kemudian, memberikan transparansi kepada publik dalam laporan rantai pasoknya.

Jevon berharap merek-merek mewah yang bekerja sama dengan BLACKPINK tidak menggunakan image baik tersebut untuk melakukan greenwashing tanpa menunjukkan aksi iklim yang nyata dan berani untuk lingkungan.

BACA JUGA: Cinta Ruhama Berbagi Tips Menghindari Produk Greenwashing

Setelah memperoleh popularitas selepas debut pada Agustus 2016 lalu, grup K-pop BLACKPINK tidak hanya berhasil tampil memukau di atas panggung. Girl group yang beranggotakan Rose, Lisa, Jennie, dan Jisoo itu juga bergabung menjadi Brand Ambassador (BA) dari sederet merk mewah dunia.

Misalnya, Rose menjadi Global Brand Ambassador Yves Saint Laurent, Jennie yang telah lama bergabung dengan Chanel, Jisoo yang menjadi wajah Dior, hingga Lisa dengan Celine. Keempatnya merupakan nama-nama brand mewah dunia yang berfokus pada fesyen hingga kosmetik.

Tidak hanya menjadi Brand Ambassador, BLACKPINK juga dikenal selepas menjadi advokat lingkungan pada COP26 tahun lalu. Berdasarkan fakta itulah, organisasi iklim untuk dan dari penggemar K-pop (Kpopers) Kpop4Planet melakukan kampanye krisis iklim.

Ribuan penggemar melakukan kampanye bertema “Unboxed: High Fashion, High Carbon” di enam negara. Dalam kampanye tersebut, mereka menuntut komitmen iklim yang lebih besar dan berani dari merek-merek mewah untuk memerangi krisis iklim.

menyerukan merek-merek mewah seperti Chanel, Celine, Dior, dan Saint Laurent untuk berhenti melakukan K-washing. Foto: Kpop4Planet

menyerukan merek-merek mewah seperti Chanel, Celine, Dior, dan Saint Laurent untuk berhenti melakukan K-washing. Foto: Kpop4Planet

Menampilkan Tuntutan Menggunakan Truk MobileLED

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, para penggemar Kpop menampilkan tuntutan serta pesan penggemar dengan truk MobileLED. Truk tersebut berkeliling di enam negara kota besar seperti New York, London, Paris, Tokyo, Seoul, dan Jakarta. 

“Merek mewah berlomba-lomba menggunakan idol K-pop untuk menargetkan konsumen dari generasi muda, khususnya penggemar K-pop. Namun, sebagai penggemar yang peduli lingkungan dan akan mewarisi bumi ini, kami bertanya-tanya. Mengapa merek mewah justru tidak menunjukkan tanggung jawab untuk melindungi lingkungan?” kata Dayeon, juru kampanye Kpop4Planet di Korea Selatan, dalam rilis yang diterima Greeners.co.

​​“Inilah mengapa penggemar K-pop menuntut merek mewah mengurangi emisi mereka dengan berhenti menggunakan batu bara dan beralih ke 100% energi terbarukan. Bukan hanya di toko dan kantor, melainkan di seluruh rantai pasoknya,” lanjut Dayeon.

BACA JUGA: MADANI: Hindari Perdagangan Karbon Jadi Praktik Greenwashing

Dengan menggunakan truk MobileLED, Kpop4Planet menggunakan slogan dalam setiap kampanye, seperti “Penggemar K-pop peduli lingkungan, Merek mewah tunjukkan cintamu untuk lingkungan secara nyata!” dan “High fashion, greenwashing gak bikin keren!” 

Truk-truk tersebut muncul di landmark populer kota-kota besar seperti Times Square di New York, Eiffel Tower di Prancis, dan Monas di Jakarta. Slogan itu juga ada di pusat perbelanjaan yang terdapat toko-toko merek mewah seperti Gucci, Dior, dan Louis Vuitton.

Selain muncul di landmark, truk tersebut juga berkeliling di distrik mewah masing-masing kota. Ribuan pembeli dan penjual dapat melihat pesan penggemar K-pop, termasuk tuntutan untuk merek high fashion agar beralih ke 100% energi surya dan angin untuk produksi mereka.

Merek Mewah Gagal Melaksanakan Komitmen 

Pada Agustus tahun ini, penggemar K-pop bersama dengan Kpop4Planet dan organisasi iklim dari Australia, Action Speaks Louder, merilis penilaian terhadap komitmen iklim dari empat merek mewah seperti Chanel, Celine, Dior, dan Saint Laurent. Keempat merek yang dinilai tersebut direpresentasikan oleh member Blackpink sebagai duta mereknya. 

Menurut mereka, keempat merek tersebut gagal dalam melaksanakan komitmen iklimnya. Saint Laurent berada di posisi terbaik dengan nilai “buruk”. Celine dan Dior bernilai “sangat buruk”. Sementara, Chanel berada di posisi terendah dengan nilai “sangat buruk sekali.”

 

Penulis: Maula Sulthoni

Editor: Indiana Malia

Top