Cinta Ruhama Berbagi Tips Menghindari Produk Greenwashing

Reading time: 3 menit
cinta ruhama
Cinta Ruhama Berbagi Tips Menghindari Produk Greenwashing. Foto: Instagram Cinta Ruhama.

Aksi “greenwashing” saat ini menjadi keresahan besar bagi beberapa kalangan masyarakat yang sudah atau ingin memulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Salah satunya adalah Cinta Ruhama Amelz (Tara) yang sudah menerapkan zero waste dan hanya menggunakan sustainable product untuk kebutuhan sehari-hari selama kurang lebih satu tahun.

Perempuan yang aktif menyuarakan feminisme, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan wanita ini mengatakan; sebagai content creator dia merasa harus memberikan edukasi yang baik untuk followers-nya.

Terutama, lanjutnya, tentang bertanggung jawab terhadap sampah kemasan. Selain itu, dia juga menaruh perhatian pada komposisi bahan bagi produk yang beredar di pasaran.

“Meskipun aku belum maksimal dalam melakukannya, dan pengetahuanku belum sebanyak itu, tapi aku pikir seseorang harus mulai melakukannya. Mungkin nanti akan lebih banyak yang tergerak untuk memulai,” ujarnya pada webinar Are You Being Greenwashed? Uncovering Secrets Behind Your “Green Products,” Minggu, (14/03/2021).

cinta ruhama

Sebagai content creator, Tara merasa harus memberikan edukasi yang baik untuk followers-nya. Foto: Instagram Cinta Ruhama.

Cinta Ruhama: Hindari Jebakan Marketing Greenwashing

Greenwashing sendiri adalah strategi marketing di mana perusahaan mengatakan produk yang mereka keluarkan merupakan produk ramah lingkungan, padahal kenyataanya tidak.

Hal ini tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan tetapi merugikan bagi keadaan lingkungan di sekitar kita.

Akibat klaim ramah lingkungan, tidak sedikit konsumen yang terkecoh dan berbondong-bondong untuk menggunakan produk dari perusahaan yang melakukan aksi greenwashing.

“Jangan sampai kita salah pilih (produk) yang memang cuma menggunakan simbol itu but they don’t do the effort in real action,” tutur Tara.

Untuk menghindari hal tersebut, Tara mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas. Dia pun membagikan tips dan trik agar dapat mengetahui produk apa saja yang benar-benar menerapkan tindakan peduli lingkungan, di antaranya adalah:

  • Membaca label produk dari suatu brand dengan lebih teliti dan mencari informasi verifikasi dari pihak ke 3, misalnya USDA Organic, Non GMO Project, Fair Trade Certified, and Rainforest Alliance Certified.
  • Membuka situs brand untuk mencari penjelasan detail mengenai cara-cara mereka berkontribusi terhadap lingkungan.
  • Membaca reviu mengenai brand tersebut yang ditulis oleh konsumen lain maupun ahli.
cinta ruhama

Tara mengingatkan konsumen untuk tidak terjebak dengan embel-embel ‘green’ yang palsu. Foto: Instagram Cinta Ruhama.

Baca juga: Nova Ruth tentang Perempuan, Musik, dan Aktivisme Lingkungan

Menjadi Konsumen Berkesadaran

Berbicara dari sisi konsumen, Tara melihat beberapa merek dalam negeri yang mulai beralih ke produk berkelanjutan. Hal itu dapat menyediakan beberapa pilihan kepada konsumen agar dapat membentuk perilaku yang lebih berkesadaran dalam memperhatikan komposisi atau kemasan yang digunakan oleh produk yang akan dipilih.

Dia menyebut kemauan untuk belajar dan berani dalam mengambil langkah kecil, sudah dapat membantu untuk menjaga lingkungan.

Just do the baby step, coba yang gampang-gampang dulu. Misalkan bikin daftar-daftar produk yang kemasannya tidak ramah lingkungan –atau ingredients-nya. Kemudian cari pengganti dari produk tersebut yang lebih ramah lingkungan. Itu membantu banget sih menurutku,” ucapnya.

Dia pun mengingatkan, keputusan konsumen adalah hal yang sangat penting serta mempunyai kontribusi besar terhadap lingkungan.

cinta ruhama

Tara berharap, kepedulian terhadap produk berkelanjutan akan menular dari satu konsumen ke konsumen lainnya. Foto: Instagram Cinta Ruhama.

Tara berharap, kepedulian terhadap produk berkelanjutan akan menular dari satu konsumen ke konsumen lainnya. Dia percaya, dengan awam mampu menumbuhkan kebiasaan untuk mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan.

“Menurut aku itu peran kita sebagai konsumen. Kalau kita udah sadar, sudah menemukan produk yang ramah lingkungan dan cocok untuk kita, why not dari mulut ke mulut promosiin itu juga? Orang jadi lebih tahu produk yang sekarang udah ada itu. Kita membantu karena ini kan sebenarnya tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Penulis: Zahra Shafira

Top
You cannot copy content of this page