Synchronize Fest 2019 Siap “Memanusiakan Alam, Mengalamikan Manusia”

Reading time: 2 menit
Synchronize Fest
Konferensi pers Synchronize Festival 2019 berlangsung di Ecology Kemang, Jakarta, Rabu (24/04/2019). Foto: greeners.co/Dewi Purningsih

Jakarta (Greeners) – Ada yang berbeda dari Synchronize Festival 2019. Acara yang menggelar konser dari beragam genre musik ini mengusung tema “Memanusiakan alam, mengalamikan manusia”. Sesuai dengan tema tersebut, Synchronize Fest berinisiatif melakukan gerakan peduli sosial dan lingkungan atas dampak pelaksanaan festival.

David Karto selaku Festival Director Synchronize Festival mengatakan bahwa tema “Memanusiakan alam, mengalamikan manusia” menjadi ajakan bersama dalam menjaga keseimbangan sebagai bentuk respon dari tagline Synchronize Fest 2019 yakni “It’s Not Just A Festival It’s A Movement”. Ide untuk untuk memasukan isu lingkungan dalam festival musik ini sudah direncanakan sejak tahun kedua penyelenggaraan Synchronize Festival.

“Awalnya kami melihat banyak pertunjukan musik di luar maupun dalam negeri yang sudah menerapkan gerakan lingkungan. Makanya, di tahun ini dengan kemampuan yang kami punya mencoba memaksimalkannya di Synchronize Festival. Kami tidak mau isu lingkungan ini hanya bertahan setahun saja tapi sampai ke depannya,” ujar David saat konferensi pers di Ecology Kemang, Jakarta, Rabu (24/04/2019).

Untuk menerjemahkan tema ini, David berkolaborasi dengan Ruang Usaha Kreatif (RUX) yang diwakilkan oleh Ade Darmawan dan Saleh Husein sebagai Art Director, serta Greeners.co untuk mengaplikasikan Green Movement dalam Synchronize Fest.

Terkait Green Movement, ada empat aksi untuk lingkungan yang akan dijalankan selama penyelenggaraan Synchronize Fest. Keempat aksi tersebut, yakni Internal Change Behaviour, Waste Management, Bring Your Own Tumbler, Bike to Synchronize & Public Transportation.

Editor Senior Greeners.co, Renty Hutahaean mengatakan bahwa Demajors dan Dyandra Promosindo selaku pihak penyelenggara bersama Greeners.co sepakat Synchronize Festival bisa berkontribusi dalam mengurangi timbulan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan menerapkan Less Waste Event. Prosedur Less Waste Event sendiri telah diresmikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Pedoman Pengelolaan Sampah Pada Pelaksanaan Acara.

“Aksi nyata waste management atau less waste event ini, yakni dengan menyediakan wadah sampah terpilah pada area festival, mengolah sampah organik yang dihasilkan dari festival menjadi kompos, membuka Synchronize Recycle Station, di mana pengunjung bisa terlibat aktif dalam mengelola sampahnya selama festival berlangsung. Serta membuka ruang kerjasama komunitas yang bisa memanfaatkan barang bekas pakai dari seluruh lini promosi festival seperti umbul-umbul dan baliho menjadi produk dengan nilai tambah (upcycling project),” jelas Renty.

David menambahkan bahwa dalam Synchronize Fest 2019 pengunjung sangat disarankan untuk mengendarai sepeda atau menggunakan kendaraan umum ke area festival karena penyelenggara akan memberikan parkir gratis serta menyediakan lokasi parkir sepeda yang aman, layak dan nyaman bagi pesepeda.

“Harapan kami dari ide peduli lingkungan ini Synchronize Festival bisa membawa perubahan perilaku terhadap pengunjung atau penonton yang hadir dalam festival nanti. Senang jika mereka bisa menyontohkan dan membawa perilaku itu di luar festival,” tutup David.

Penulis: Dewi Purningsih

Top
You cannot copy content of this page