Banjir Jakarta Bukan Hanya Karena Hujan

Reading time: 3 menit
Sejumlah kendaraan mogok setelah berupaya menerjang banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta, Senin (10/02). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan sejak Senin (09/10) kemarin hingga Selasa siang ini titik banjir di Jakarta menjadi 93 titik. Ttitik banjir tersebut tersebar di 35 titik Jakarta Pusat, 28 titik di Jakarta Barat, 17 titik di Jakarta Utara, 8 titik di Jakarta Timur, dan 5 titik di Jakarta Selatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa banjir yang melanda Jakarta bukan hanya disebabkan oleh turunnya hujan semata, tetapi juga buruknya drainase perkotaan serta kurangnya kawasan resapan air yang akhirnya menyebabkan pasokan air permukaan melimpah.

“Saat ini rata-rata tinggi muka air di berbagai pintu air yang berada di Jakarta dalam posisi siaga tiga. Kami meminta warga disekitar bantaran, terutama bantaran kali Ciliwung untuk terus waspada,” jelasnya, Jakarta, Selasa (10/02).

Sutopo juga menyatakan bahwa BPNB memperkirakan tinggi genangan air berpotensi meningkat di beberapa tempat. Oleh karena itu, Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana DKI Jakarta dan Posko BNPB terus melakukan pemantauan perkembangan banjir di Jakarta.

Posko pendampingan darurat banjir DKI Jakarta yang didirikan BNPB di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Posko pendampingan darurat banjir DKI Jakarta yang didirikan BNPB di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa BNPB telah mendirikan 28 Posko Taktis, yaitu 25 posko di Jakarta, 2 posko di Bekasi dan 1 posko di Tangerang dengan melibatkan 3.600 personel dari TNI dan 614 personel Polri untuk mengantisipasi banjir jika diperlukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Agus Priyono menyatakan bahwa banjir kali ini bukanlah banjir kiriman dari Bogor. Menurutnya, banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh naiknya air laut hingga ke daratan Jakarta, karena intensitas hujan di Kota Bogor saat ini justru lebih ringan daripada di Jakarta.

“Hujan lokal dan rob dari utara ini yang menyebabkan genangan,” kata Agus saat dihubungi oleh Greeners.

Sedangkan banjir yang melanda wilayah Thamrin dan Istana Negara, terang Agus, dikarenakan pompa air di Waduk Pluit yang tidak berfungsi akibat pemadaman arus listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Berdasarkan data dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, hari ini masih ada titik genangan air dengan tinggi bervariasi, antara 20 hingga 100 meter. Salah seorang petugas TMC, Briptu Amung kepada Greeners mengatakan bahwa setidaknya ada 16 titik genangan banjir di sejumlah ruas di Jakarta yang berhasil dihimpun melalui informasi dari warga.

Beberapa titik tersebut adalah :
1. Di wilayah Patra Raya, terdapat genangan air setinggi 40 cm. Pengguna yang hendak melintasi daerah tersebut diminta untuk mencari jalan alternatif.
2. Di Kompleks Duta Bandara Permai, Dadap, Cengkareng, terdapat genangan air setinggi 40 cm.
3. Di Jembatan Gantung Daan Mogot, ketinggian air mencapai hingga 80-100 cm.
4. Di Pasar Cipulir Jakarta Selatan dan Jalan Raya Ciledug, ketinggian genangan air dilaporkan mencapai 20 cm. Kendaraan dikatakan masih bisa melintasi kawasan tersebut.
5. Di depan Universitas Trisakti, Grogol, ketinggian air mencapai 60-80 cm. Jalan di kawasan tersebut tidak dapat dilintasi kendaraan.
6. Di depan Mall Artha Gading, ketinggian genangan air mencapai 40-50 cm.
7. Di Jalan Bank-Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 50-60 cm.
8. Di depan Pasar Jagal Buncit, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 40-50 cm.
9. Di depan SMP 124/SMA 60 di Jalan Kemang Timur, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 40 cm.
10. Di depan Tarakanita di Jalan Tendean, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 30 cm.
11. Di Exit Tol Kemayoran PRJ, ketinggian genangan air mencapai 40-50 cm.
12. Di wilayah Duri Kosambi, Jakarta Barat, ketinggian genangan air mencapai 60-80 cm.
13. Di KM 25 Tol Kamal (arah ke Tol JLB), ketinggian genangan air mencapai 30 cm.
14. Di depan RSAL Mintohardjo di Jalan Bendungan Hilir Raya, Jakarta Pusat, ketinggian genangan air mencapai 40-60 cm.
15. Di depan Kemchick di Jalan Kemang Raya, ketinggian genangan air mencapai 20-40 cm.
16. Di depan RS Atmajaya Pluit, ketinggian genangan air mencapai 40 cm.

(G09)

Top
You cannot copy content of this page