Bike to Work: Rumah Sepeda Indonesia untuk Edukasi Hingga Advokasi

Reading time: 2 menit
Rumah Sepeda Indonesia
Rumah Sepeda Indonesia yang diresmikan oleh Bike to Work Indonesia, pada Kamis. 27 Agustus 2020 untuk para pesepeda. Foto: Bike to Work Indonesia

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka hari ulang tahun ke-15, Bike to Work Indonesia meluncurkan sebuah Rumah Sepeda Indonesia di Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Kamis, (27/8/2020). Rumah tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan para pegiat sepeda mulai dari edukasi, advokasi, diskusi, kampanye, hingga tempat istirahat.

“Momentum Rumah Sepeda Indonesia ini juga untuk mendukung antusiasme masyarakat dalam bersepeda dan menjaga lingkungan dari polusi,” ucap Ketua Umum Bike to Work Indonesia, Poetoet Soedarjanto, Kamis, (27/8) lalu.

Baca juga: Kementan Hapus Ganja dari Daftar Tanaman Obat Binaan

Ia menyampaikan bahwa usia 15 tahun bukan angka yang sedikit, tapi juga bukan jumlah yang banyak bagi sebuah komunitas yang telah berkembang luas hingga ke seluruh tanah air bahkan mancanegara. Bike2Work Indonesia pada mulanya terbentuk dari gerakan moral untuk bersepeda ke kantor. Dengan diresmikannya tempat baru tersebut diharapkan masyarakat memanfaatkan sepeda sebagai moda transportasi.

Hal tersebut juga diapresiasi oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah. “Prinsip kami sangat mengapresiasi  dan mendukung berdirinya Rumah Sepeda Indonesia,” ujar Karliansyah kepada Greeners, Minggu, (30/08/2020)..

Ia mengatakan bahwa salah satu sumber pencemaran dan kerusakan lingkungan selama ini adalah perilaku manusia yang tidak ramah lingkungan. Alat transportasi yang menggunakan BBM (fossil fuel), kata dia, seringkali masih digunakan untuk melakukan suatu kegiatan yang sebenarnya jarak tempuhnya bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau bersepeda.

Bike to Work Indonesia

Ketua Umum Bike to Work Indonesia, Poetoet Soedarjanto, saat peresmian Rumah Sepeda Indonesia, Kamis, (27/8). Foto: Frame Bike Indonesia

“Konsekuensinya luar biasa kalau satu orang bisa menghemat BBM satu liter bagaimana dengan sejuta orang dan seterusnya. Dampaknya kualitas udara pasti akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya dengan diresmikan Rumah Sepeda Indonesia, diharapkan perilaku masyarakat pelan-pelan bisa berubah. Ia juga berharap kegiatan bersepeda dapat menjadi kebiasaan atau kebutuhan yang juga memiliki faedah untuk menyehatkan tubuh dan menjaga imunitas tubuh.

Baca juga: Penangkapan Ketua Adat dan Konflik Agraria di Laman Kinipan

Selain sebagai tempat singgah, Rumah Sepeda Indonesia ini juga ditujukan sebagai tempat edukasi mengenai isu bersepeda, kesehatan, lingkungan, keberagaman, tata kelola kota, maupun lalu lintas, kepada pesepeda maupun pengguna jalan. B2W Indonesia juga mendorong advokasi kepada pemangku kebijakan, pembuat undang-undang, penegak hukum, institusi kenegaraan di pusat maupun daerah agar memberikan rasa aman bagi pengguna jalan raya.

Berikutnya agenda kampanye agar menjadikan sepeda sebagai alat transportasi harian. Bike to Work Indonesia juga menjalankan fungsi sosial sebagai bagian dari masyarakat dengan melakukan ragam kegiatan seperti pemberdayaan masyarakat, Usaha Kecil Menengah (UKM), penyaluran bantuan yang sifatnya temporer maupun insidental, dan turut serta dalam pembangunan fasilitas umum maupun sosial.

Penulis: Dewi Purningsih

Editor: Devi Anggar Oktaviani

Top
You cannot copy content of this page