BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur DKI Jakarta Sepekan Ke Depan

Reading time: 2 menit
hujan deras jakarta
BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur DKI Jakarta Sepekan Kedepan. Foto: Shutterstock.

Hujan Lebat mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya beberapa hari terakhir. Bahkan, hujan lebat pada Jumat (19/2) hingga Sabtu (20/2) dini hari mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Semua pihak harus mulai mengantisipasi hal ini mengingat cuaca ekstrem masih akan terjadi beberapa waktu ke depan.

Jakarta (Greeners) – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan seluruh wilayah DKI Jakarta masih berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga sepekan ke depan (25 Februari 2021). 

BMKG juga sudah mengeluarkan peringatan dini pada 18-19 Februari 2021 yang menyebutkan hujan dengan intensitas lebat bakal mengguyur wilayah Jabodetabek. Berdasarkan data yang dihimpun BMKG, berikut catatan curah hujan tertinggi:

  • Pasar Minggu mencapai 226 milimeter/hari, 
  • Sunter Hulu 197 mm/hari,
  • Lebak Bulus 154 mm/hari, dan
  • Halim 176 mm/hari.

“Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir yang dapat terjadi. Umumnya kejadian hujan terjadi malam hingga dini hari dan berlanjut sampai pagi hari. Ini merupakan waktu-waktu yang kritis dan perlu diwaspadai,” kata Dwikorita melalui keterangan resminya, Sabtu (20/2/2021).

BMKG Ungkap Fenomena Cuaca Ekstrem Jabodetabek

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjabarkan, penyebab kondisi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang mengakibatkan peningkatan intensitas pembentukan awan hujan, yaitu:

  • Pada 18-19 Februari terpantau adanya seruakan udara dari Asia yang cukup signifikan
  • Aktivitas gangguan atmosfer di zona equator (Rossby equatorial) mengakibatkan adanya perlambatan dan pertemuan angin dari arah utara membelok tepat melewati Jabodetabek
  • Tingkat labilitas dan kebasahan udara di sebagian besar wilayah Jawa bagian barat yang cukup tinggi.
  • Daerah pusat tekanan rendah di Australia bagian utara yang membentuk pola konvergensi di sebagian besar Pulau Jawa.
hujan deras jakarta

Mobil terendam banjir pada musim hujan Jakarta, Januari 2019. Foto: Shutterstock.

Guswanto menyebut curah hujan yang terjadi saat ini di DKI Jakarta masih lebih rendah dari curah hujan pada Januari 2020 yang juga menyebabkan banjir di wilayah Jabodetabek.

“Ada beberapa faktor penyebab banjir di DKI Jakarta yaitu hujan yang jatuh di sekitar Jabodetabek yang bermuara di Jakarta, kemudian hujan yang jatuh di Jakarta sendiri serta ada pasang laut. Selain itu daya dukung lingkungan juga sangat berpengaruh,” jelasnya.

Selain DKI Jakarta, BMKG juga memprediksikan sepekan ke depan seluruh wilayah Indonesia masih terjadi potensi hujan dengan intensitas lebat serta kilat petir dan angin kencang. Beberapa daerah tersebut mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Banten, DKI Jakarta, hampir semua wilayah di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Baca juga: Kota Bandung Kurangi Penggunaan Kantong Plastik di Pasar Tradisional

La Nina Memengaruhi Musim Hujan 2020-2021

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, menjelaskan fenomena iklim global La Nina memengaruhi musim hujan 2020-2021. La Nina, lanjut dia, masih masih akan berlangsung setidaknya hingga Mei 2021. Adanya La Nina dapat meningkatkan curah hujan hingga 40 persen.

“Saat ini hampir sebagian besar wilayah Indonesia yaitu 96 persen dari Zona Musim telah memasuki musim hujan,” jelasnya.

Herizal menambahkan, musim kemarau akan lebih basah dari kondisi normal. Dia mengingatkan semua pihak untuk waspada pada potensi bencana hidrometeorologi hingga April 2021. Selain itu, pemanfaatan potensi curah hujan bisa juga untuk mengisi waduk, bendungan dan embung sebagai cadangan air untuk mengantisipasi musim kemarau.

“Musim kemarau tahun ini tidak sekering musim kemarau pada biasanya atau juga dari musim kemarau 2019,” pungkasnya.

Penulis: Muhamad Ma’rup

Top