BPOM Kembali Rilis Daftar Kosmetik Berbahaya

Reading time: 2 menit
Foto: Badan POM RI

Jakarta (Greeners) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali merilis daftar kosmetik yang dinyatakan membahayakan kesehatan. Dalam daftar tersebut, sebanyak 68 kosmetik dinyatakan mengandung bahan berbahaya, seperti bahan pewarna yang dilarang (rhodamin), logam timbal dan pemutih (merkuri).

Dalam keterangan pers yang diterima Greeners pada Jumat (19/12), Kepala BPOM Roy A. Sparringa menyatakan BPOM secara rutin melakukan pengawasan peredaran kosmetik, termasuk penggunaan bahan berbahaya dalam kosmetik, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, dan mutu.

Selain itu, Roy juga menyatakan bahwa peringatan publik tersebut bertujuan agar masyarakat tidak menggunakan kosmetik tersebut karena dapat membahayakan kesehatan.

“Jika dilihat dari jumlah produk yang disampling selama 5 tahun terakhir, temuan kosmetika yang mengandung bahan berbahaya cenderung menurun dari 0,86 persen menjadi 0,84 persen pada tahun 2010-2013, dan meningkat kembali menjadi 0,99 persen pada bulan Desember tahun 2014,” jelas Roy.

Kepala BPOM Roy A. Sparringa (kedua dari kiri) menunjukan beberapa produk kosmetik yang dinyatakan mengandung bahan berbahaya. Foto: Badan POM RI

Berdasarkan hasil pengawasan selama tahun 2014, dari 68 kosmetik yang dinyatakan mengandung berbahaya tersebut, 32 kosmetik berasal dari luar negeri dan 36 kosmetik dalam negeri. Selain itu, 37 kosmetik tidak ternotifikasi dan 31 lainnya memiliki nomor notifikasi yang telah dibatalkan.

Atas temuan tersebut, Roy menyatakan telah melakukan penarikan dan pengamanan produk dari peredaran. Ia juga menambahkan bahwa BPOM melakukan koordinasi lintas sektor antara lain dengan Pemda Kabupaten/Kota, Kepolisian, serta Asosiasi dalam pengawasan dan penanganan kasus kosmetik mengandung bahan berbahaya.

“Diserukan kepada pelaku usaha yang melakukan produksi dan/atau mengedarkan kosmetika mengandung bahan berbahaya untuk menghentikan praktik-praktik tersebut,” pungkasnya.

Kosmetik yang masuk dalam daftar tersebut, diantaranya adalah produk krim perawatan wajah (merek Han’s Skin Care, Platinum, Meili, Cosmedic, Sari, Sulamit, QB White Night Cream, Dr BL Skin Care, Herbal Health, Aubaine, Bio-K), pemulas bibir (merek Baolishi, Kiss Beauty, Monaliza, Lady Mate, Implora Fashionable Cosmetic, Chanleevi), perona mata (merek Implora Fashionable Cosmetic), dan sabun muka (merek Sari).

(G08)

Top
You cannot copy content of this page