China Uraikan Upaya Penanganan untuk Menekan Kasus Covid-19

Reading time: 3 menit
Thermo Gun
Seorang warga diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermo gun sebelum memasuki ruangan. Ilustrasi: shutterstock

Jakarta (Greeners) – Kota Wuhan, China sebagai negara pertama sumber penyebaran Covid-19 telah menetapkan karantina wilayah terakhir pada 20 Agustus 2020. Sebagai kota pertama di dunia  yang menyatakan telah terbebas dari wabah korona, kini kota tersebut telah sepenuhnya pulih. Sejumlah pusat perbelanjaan dan restoran kembali beroperasi. Perkumpulan massa kembali diizinkan dan masyarakat diperbolehkan menggelar pesta. Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengatakan bahwa Indonesia masih berada di puncak penyebaran pandemi. Ia mengatakan, lembaganya telah mengadakan uji klinis imunomodulator herbal untuk memperkuat sistem imunitas tubuh.

Baca juga: Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit Rugikan Masyarakat Adat

“Proses uji klinis sudah tuntas dari 8 Juli sampai 16 Agustus lalu. Seluruh data telah dianalisa dan disampaikan ke BPOM untuk ditinjau. Kami harus menunggu hasil tinjauan BPOM untuk hasil akhir. Harapannya awal bulan depan hasil tinjau sudah bisa keluar,” ujar Handoko, kepada Greeners, Rabu, kemarin.

Sementara Kota Wuhan yang telah berhasil menangani penyebaran virus terlihat dari aktivitas warga yang berpesta di kolam renang. Pada 15 Agustus lalu, beredar video yang menampilkan masyarakat sedang berkumpul. “Itu terjadi karena (Wuhan) sudah aman, tidak ada lagi penularan selama 14 hari ,” ujar Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of the People’s Republic of China to the Republic of Indonesia, Xiao Qian, dalam webinar “Ambassador Talk with Scientist: Life in the Time of New Normal,” pada Senin (24/08) lalu.

Xiao Qian membagikan sejumlah hal yang dilakukan China untuk menekan penyebaran SARS-CoV-2. Ia mengatakan bahwa China membagi penanganannya ke dalam tiga area. Area pertama adalah pengontrolan pencegahan penyebaran virus. Kedua, pemerintah berfokus untuk mengembalikan produksi di China sesuai urutan. Berikutnya, area ketiga adalah mencegah China untuk tidak lagi terpapar virus akibat perjalanan internasional.

Aktivitas di pasar

Warga berbelanja di pasar menggunakan masker. Ilustrasi: shutterstock

Ia menyebutkan dalam tiga area tersebut memiliki kebijakan masing-masing. Pada area pertama, pemerintah setempat menjaga kebiasaan baik masyarakat, mengimbau untuk menggunakan masker, melakukan jaga jarak, dan sering mencuci tangan. Selain itu, China juga mengedepankan prinsip deteksi, pelaporan, karantina, dan penanganan kasus Covid-19 secara dini. Mereka juga memperbanyak dilakukan tes PCR khususnya kepada orang yang tergabung dalam kelompok rentan. Sedangkan Indonesia, saat ini masih mengandalkan pemakaian alat res cpat (rapid test) sebagai pendeteksi virus korona.

Pemerintah China juga menindak tegas kepala daerah yang tidak mampu mengendalikan lonjakan penyebaran kasus. Kepala daerah yang gagal, kata Xiao, memiliki kemungkinan besar akan diberhentikan dari jabatan. Ia juga menuturkan untuk menghidupkan kembali produktivitas kerja, sejumlah kegiatan dibuka satu demi satu. “Proyek pertama yang dibuka adalah yang memiliki peran besar dalam perekonomian negara dan kehidupan masyarakat China. Kami juga akan membuka kembali sekolah dengan TK sebagai kelompok yang paling terakhir dibuka,” ujar Xiao.

Baca juga: 6 Provinsi Tetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran

Untuk mencegah kembali tertularnya China oleh virus korona akibat penerbangan internasional, negara tersebut memberlakukan kebijakan penyesuaian jam terbang maskapai. Selain itu, laporan kesehatan juga wajib dipenuhi oleh masyarakat yang ingin mengunjungi Negeri Tirai Bambu itu.

Sejumlah kebijakan negara China ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah Indonesia untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Semakin tepat kebijakan yang diambil, semakin cepat pula Indonesia terlepas dari pandemi. Indonesia sendiri memiliki kebijakan yang hampir mirip dengan China, tetapi masih sangat lemah sehingga angka positif masih terus naik hingga saat ini.

Saat ini kasus terkonfirmasi di Indonesia mencapai 160.165 orang dengan tambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 2.306 orang, hingga Rabu (26/08). Adapun DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan tingkat penyebaran terbanyak, disusul dengan Jawa Timur. dan Jawa Tengah.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Editor: Devi Anggar Oktaviani

Top
You cannot copy content of this page