Deforestasi Indonesia 2023 Capai 257.384 Ha, Terluas di Kalimantan

Reading time: 2 menit
Ilustrasi deforestasi Indonesia. Foto: Auriga
Ilustrasi deforestasi Indonesia. Foto: Auriga

Jakarta (Greeners) – Auriga Nusantara menyatakan deforestasi di Indonesia telah mencapai 257.384 hektare (ha) sepanjang tahun 2023. Kalimantan merupakan pulau yang mengalami deforestasi paling luas.

Deforestasi terluas berada di wilayah Kalimantan Barat seluas 35. 162 hektare. Kemudian, Kalimantan Tengah 30.433 hektare, dan Kalimantan Timur 28.633 hektare.

“Jadi, ada sekitar 109 ribu hektare atau hampir separuh deforestasi 2023 terjadi di Kalimantan,” kata Ketua Auriga Nusantara, Timer Manurung lewat keterangan tertulis.

Menurut Timer, ini merupakan peringatan berbahaya dan Pulau Kalimantan harus menjadi perhatian. Beberapa waktu lalu, Auriga juga merilis data deforestasi di wilayah konsesi yang sangat luas, yakni di Kalimantan Barat.

Deforestasi di Indonesia mencapai 257.384 hektare (ha) sepanjang tahun 2023. Foto: Auriga

Deforestasi di Indonesia mencapai 257.384 hektare (ha) sepanjang tahun 2023. Foto: Auriga

Wilayah Konservasi Alami Deforestasi

Sementara itu, angka deforestasi tahun 2023 tercatat semakin luas daripada tahun 2022 yang mencapai 230.760 hektare. Menurut Timer, salah satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah hilangnya hutan alam di kawasan cagar alam.

“Justru ini menjadi cambuk bagi pengelolaan konservasi di Indonesia,” jelasnya. 

Sebanyak 142 unit hutan seluas 12.612 hektar telah terdeforestasi di kawasan konservasi. Pada tahun 2023, total 31 taman nasional, 45 cagar alam, dan 26 suaka margasatwa terdeforestasi. Ketiga wilayah ini berada di urutan teratas.

BACA JUGA: Pantau Gambut: Proyek Food Estate Sumbang Potensi Karhutla

Suaka Margasatwa Pegunungan Jayawijaya merupakan kawasan konservasi paling luas yang terdeforestasi, yaitu mencapai 1.591 hektare. Sebagian besar deforestasi terjadi di kawasan konservasi di Papua. Bahkan, Taman Nasional Kerinci Seblat yang menduduki posisi kelima, rumah bagi satwa liar seperti gajah dan harimau, juga terdeforestasi seluas 793 hektare.

“Cagar alam dan suaka margasatwa itu menjadi catatan, karena semestinya cagar alam dari pengelolaan kawasan  sangat terjaga. Jadi, deforestasi di kawasan konservasi itu sinyal bahaya bagi kita,” kata Timer. 

Deforestasi di Indonesia mencapai 257.384 hektare (ha) sepanjang tahun 2023. Foto: Auriga

Deforestasi di Indonesia mencapai 257.384 hektare (ha) sepanjang tahun 2023. Foto: Auriga

Pemerintah Perlu Membuat Terobosan Hukum

Timer menambahkan, pemerintah perlu melakukan terobosan hukum, seperti menerbitkan peraturan presiden untuk melindungi hutan alam yang tersisa. Melalui rilis data tersebut, ia juga berharap dapat tercipta dialog mengenai data tersebut baik dari pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, maupun pihak lainnya. 

Selain itu, data deforestasi oleh organisasi masyarakat sipil, termasuk Auriga, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan hasil yang beragam. Sebab, metodologi yang mereka gunakan berbeda.

BACA JUGA: Menengok Penataan Perkebunan Sawit dalam Kawasan Hutan pada UU Cipta Kerja

“Berbagai metodologi sangat mungkin menghasilkan data yang berbeda. Keberagaman tersebut perlu untuk menghadirkan gambaran utuh deforestasi, termasuk mengenali masalahnya. Ketika kita sama-sama tahu masalahnya, kita juga bisa mengetahui jalan keluarnya,” tegas Timer. 

Dengan demikian, terbosan hukum ini sangatlah penting untuk melindungi hutan alam. Pasalnya, Auriga menemukan 30 juta hektare dari 90 juta hektare hutan alam tidak memiliki perlindungan hukum. Faktanya, semua hutan alam perlu perlindungan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top